Update Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra

Foto udara kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). (Foto: Antara Foto/Irwansyah Putra)
Jakarta, MISTAR.ID
Pemerintah Indonesia terus menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut mengakibatkan 1.135 orang meninggal dunia, 173 orang masih dinyatakan hilang, serta 157.838 rumah terdampak.
Selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan permukiman, bencana ekologis ini juga menyebabkan sejumlah akses jalan terputus sehingga menyulitkan distribusi bantuan ke beberapa wilayah. Meski demikian, upaya penanganan bencana hingga kini masih terus dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan sebanyak 12 kabupaten/kota di wilayah terdampak telah memasuki fase transisi dari status tanggap darurat ke fase pemulihan.
“Alhamdulillah berkat gotong royong kita semua, dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, ada 12 kabupaten/kota yang statusnya sudah masuk ke transisi ke fase pemulihan,” ujar Pratikno dalam konferensi pers, Kamis (25/12/2025) dikutip dari CNNIndonesia.
Namun demikian, Pratikno menjelaskan Provinsi Aceh masih memiliki 11 kabupaten yang berstatus tanggap darurat. Status tersebut diperpanjang agar penanganan darurat dapat berjalan maksimal dan daerah benar-benar siap memasuki fase pemulihan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 25-31 Desember 2025. Perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/906/KPTS/2025 yang ditandatangani Gubernur Bobby Nasution pada Rabu (24/12/2025). Gubernur juga menugaskan tim untuk melanjutkan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan sekolah di wilayah terdampak banjir dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026. Pratikno mengatakan kesiapan operasional sekolah terus meningkat seiring proses pembersihan dan perbaikan fasilitas pendidikan.
“Di Aceh, sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali. Sementara di Sumatera Barat dan Sumaetra Utara, tingkat kesiapan sudah mendekati 90 persen,” katanya.
Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai kembali pada 5 Januari 2026.
Sementara itu, pemulihan infrastruktur transportasi juga menunjukkan progres signifikan. Dari total 81 ruas jalan nasional yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi, sebanyak 72 ruas atau hampir 90 persen telah kembali berfungsi. Sisanya masih dalam tahap percepatan penanganan. (hm25)
NEXT ARTICLE
Diskon Tarif Tol Nataru Tidak Berlaku Hari Ini






















