Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Media Mind 2026, Inalum Ajak Jurnalis Dalami Hilirisasi hingga Green Mining

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 20.09 WIB
media_mind_2026_inalum_ajak_jurnalis_dalami_hilirisasi_hingga_green_mining

Kepala Departemen Manajemen Komunikasi Inalum Utrich Farzah dan Kepala Grup Layanan Strategis Inalum Daniel Hutauruk dalam sosialisasi Media Mind 2026 di Medan. (foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - PT Inalum (Persero) kembali menggelar ajang tahunan Media Mind yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi jurnalis untuk mengeksplorasi dan menulis lebih dalam berbagai isu pertambangan, mulai dari hilirisasi hingga ESG dan green mining.

Media Mind 2026 mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”. Tahun ini, terdapat enam subtema yang dapat dikembangkan menjadi karya jurnalistik, yakni Ekonomi dan Investasi, ESG dan Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.

Kepala Departemen Manajemen Komunikasi Inalum, Utrich Farzah mengatakan, tema tersebut mencerminkan proses bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan bauksit, alumina dan aluminium hingga menjadi produk akhir yang diolah oleh berbagai industri.

“Di sinilah peran Inalum, yang saat ini di Indonesia, Inalum bisa kita bilang sebagai satu-satunya produk green aluminium,” kata Utrich dalam sosialisasi Media Mind di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (3/9/2026).

Menurut Utrich, di balik rantai proses tersebut terdapat banyak tahapan menarik yang dapat dikulik dan dikembangkan menjadi karya jurnalistik.

Sementara itu, Kepala Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel Hutauruk memaparkan pembaruan strategis perusahaan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terbaru tahun 2026.

Saat ini, Inalum berstatus sebagai persero di bawah grup MIND ID. Perusahaan dipimpin Komisaris Utama Musa Bangun dan Direktur Utama Melati Sarnita.

Dari sisi kapasitas produksi, Inalum mengandalkan pasokan listrik ramah lingkungan sebesar 603 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Paritohan yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan di sekitar Danau Toba.

Daniel menyebut efisiensi energi hijau tersebut menjadi keunggulan kompetitif utama di tengah tren global yang semakin menekankan pengurangan jejak karbon atau carbon footprint.

Ia menambahkan, Inalum juga secara konsisten menjalankan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon seluas 500 hektare per tahun di daerah tangkapan air Danau Toba serta pembentukan Masyarakat Peduli Api.

Inalum juga berharap dapat menjadi motor penggerak kedaulatan industri aluminium nasional yang mandiri dan berdaya saing global. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN