Spesialis Bongkar Rumah di Medan Ditangkap, Polisi Sebut Pelaku Sudah 7 Kali Beraksi

Pelaku M Dika Saragih saat diinterogasi petugas usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. (Foto: Dok. Resmob/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Spesialis bongkar rumah, M Dika Saragih (26), warga Pasar VIII, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, ditangkap Unit Resmob Polrestabes Medan. Polisi menyebut pelaku juga beberapa kali terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kedua kaki pria tersebut ditembak petugas karena disebut melakukan perlawanan saat proses pengembangan perkara.
Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, menjelaskan penangkapan dilakukan berdasarkan laporan Nadhila dengan nomor LP/B/950/VII/2026/SPKT/Polsek Medan Tembung.
Dalam laporannya, perempuan yang tinggal di Jalan Sidomulyo, Dusun V, Percut Sei Tuan, itu mengaku kehilangan sepeda motor Yamaha NMax BK 3330 AKV, handphone, dan uang tunai Rp14,5 juta pada Sabtu (18/7/2026).
"Saat itu seluruh barang tersebut berada di dalam rumah. Pelaku masuk melalui jendela belakang rumah korban dan membawa kabur semua barang tersebut," ujar Bimo, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan laporan korban, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Dari rekaman CCTV, diketahui pelaku beraksi seorang diri. Pada Rabu (22/7/2026), petugas mengetahui keberadaan Dika di Jalan Sidomulyo, Gang Semangka.
"Pelaku kami amankan dan dia mengakui perbuatannya. Kemudian dilakukan pengembangan, namun pelaku berupaya melarikan diri. Maka kami memberikan tindakan tegas dan terukur," kata Bimo.
Dari hasil pemeriksaan, Dika mengaku menjual sepeda motor hasil curian tersebut seharga Rp7 juta. Uang itu digunakan untuk membeli narkoba dan bermain judi online.
"Untuk handphone dijual seharga Rp240 ribu. Saat ini kami masih memburu penadah barang-barang tersebut," lanjutnya.
Bimo menambahkan, berdasarkan pendalaman, Dika bukan kali pertama melakukan aksi kejahatan. Polisi mencatat pelaku telah melakukan aksi kriminal sebanyak tujuh kali di sejumlah lokasi.
"Sejak tahun 2025 sudah tujuh kali beraksi. Ada yang membongkar rumah dan ada juga curanmor. Kami masih mendalami kemungkinan aksi lainnya," ujarnya.
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER







Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?



















