Sakit Ditinggal Istri dan Anak, Jhon Piter Simamora Meninggal di Rumah Memprihatinkan

Petugas BPBD dan kepolisian mengevakuasi jenazah Jhon Piter Simamora. (Foto: Abdi/MISTAR)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Rajawali, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, pada Senin (10/8/2026), akhirnya diketahui. Korban bernama Jhon Piter Simamora, berusia 71 tahun.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Jhon ternyata tinggal seorang diri di sebuah bangunan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, ia juga menghadapi persoalan keluarga yang tak kunjung selesai.
Keponakannya, Hendri Tambun, mengatakan Jhon selama ini berjuang seorang diri melawan penyakit paru-paru kronis yang dideritanya dan jauh dari perhatian keluarga.
“Istri sama anak-anaknya nggak ada yang peduli. Dulu masih sempat tinggal sama anaknya, tapi tiga bulan terakhir ini malah ditinggal begitu saja. Ayahnya dibiarkan sendiri,” kata Hendri saat ditemui MISTAR.ID, Senin (10/8/2026).
Hendri menuturkan, Jhon dan istrinya masih berstatus sebagai suami istri secara hukum. Namun, lima tahun terakhir keduanya tidak lagi berkomunikasi akibat konflik keluarga yang tak kunjung selesai serta jarak yang memisahkan mereka.
“Waktu tangan paman saya terkilir, saya yang mengantarnya naik travel ke rumah istrinya di Tarutung. Baru beberapa hari di sana, dia pulang dan tetap tidak ada yang peduli. Soal harta warisan juga membuat hubungan semakin renggang,” lanjut Hendri.
Persoalan kepemilikan rumah turut memperkeruh keadaan. Rumah dua pintu tempat Jhon ditemukan meninggal dunia sebenarnya telah disewakan oleh keluarga besar. Namun, Jhon beberapa kali menolak untuk pindah dan tetap bertahan di rumah tersebut meski kondisi tubuhnya semakin lemah.
“Rumah itu sebenarnya sudah dikontrakkan kepada orang. Tapi almarhum tetap tidak mau pindah. Kami keluarga besar yang di Jakarta sempat bingung juga. Kemarin malam, kakak korban sempat datang sebentar dan masih sempat menyuapi dia makan. Tidak menyangka, besok paginya kami malah mendengar kabar dari tukang bakso bahwa beliau sudah meninggal,” ucap Hendri dengan suara lirih.
Jhon dulunya bekerja sebagai sopir. Namun, setelah tidak lagi bekerja, ia hanya mengandalkan sisa warisan keluarga. Uang dari hasil penyewaan rumah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga akhir hayat.
Kini, keluarga masih berupaya menghubungi anak dan istri Jhon terkait proses pemakaman. Jika tidak ada respons, keluarga besar menyatakan siap mengambil alih proses tersebut.
“Kami mengikuti aturan kepolisian. Harapannya, hari ini anak atau istrinya peduli. Tapi kalau dua hari ke depan tetap tidak ada kabar, keluarga besar yang akan mengurus semua proses pemakaman,” kata Hendri.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi dari Polres Pematangsiantar masih menangani penemuan jenazah tersebut dan memastikan penyebab kematian melalui prosedur medis.























