Pengurus Panti Asuhan Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak di Labuhan Deli

Keluarga korban mendatangi panti asuhan untuk meminta pertanggung jawaban pengurus panti. (foto:kamaluddin/mistar)
Medan, MISTAR.ID (24/7/2026) – Dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, dugaan tersebut menyeret seorang pengurus panti asuhan yang semestinya menjadi sosok pelindung dan pengasuh bagi anak-anak.
Informasi yang dihimpun awak media, Jumat (24/7/2026), menyebutkan kasus tersebut terjadi di sebuah panti asuhan di Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Terduga pelaku berinisial PZ dilaporkan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap tiga anak asuh.
Kasus tersebut terungkap setelah para korban yang masih di bawah umur melarikan diri dari panti asuhan dan meminta pertolongan warga sekitar. Dari keterangan yang diperoleh, para korban mengaku mengalami kekerasan seksual yang diduga terjadi lebih dari satu kali.
Ketiga korban masing-masing berinisial CDN (12), RN (10), dan PAW (12). Para korban kemudian didampingi untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat hendak dibawa ke Markas Polres Pelabuhan Belawan, terduga pelaku disebut berhasil melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi pelarian maupun perkembangan status hukum terduga pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena mencuat bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, yang menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap hak-hak anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap keberadaan terduga pelaku serta mengusut perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain proses hukum, pendampingan psikologis terhadap para korban juga dinilai penting untuk mendukung proses pemulihan.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat penegak hukum. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan identitas lengkap maupun informasi yang dapat mengungkap jati diri para korban, mengingat seluruh korban masih berstatus anak di bawah umur. (hm27)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER







Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?


















