Kasus Kekerasan Seksual Anak di Toba Meningkat, Pemkab Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah dan Desa

Kadis PMDPPA Kabupaten Toba, Melati Silalahi. (Foto: Nimrot/Mistar).
Toba, MISTAR.ID
Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Toba mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong Dinas PMDPPA Kabupaten Toba untuk mengintensifkan sosialisasi ke sekolah dan desa.
Kepala Dinas PMDPPA Toba, Melati Silalahi, mengungkapkan bahwa angka kasus yang terjadi tergolong tinggi dan membutuhkan langkah pencegahan yang berkelanjutan.
“Kami telah melakukan sosialisasi di 33 sekolah dan beberapa desa. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan agar anak-anak dan masyarakat memahami dampak dari kekerasan seksual,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Data yang dihimpun menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 33 kasus yang ditangani. Sementara pada 2026, dalam kurun waktu empat bulan pertama, sudah tercatat 13 kasus yang seluruhnya mendapat pendampingan dari dinas.
Melati menegaskan pentingnya keterbukaan masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Ia mengingatkan agar kejadian tersebut tidak ditutupi dengan alasan menjaga nama baik, karena dapat berdampak buruk bagi masa depan korban.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menutup-nutupi kasus seperti ini. Dampaknya sangat besar bagi masa depan anak,” katanya.
Selain itu, peran pemerintah desa dan keluarga dinilai sangat penting dalam pencegahan. Orang tua, khususnya ibu, diminta lebih aktif memantau perkembangan anak dan segera berkomunikasi jika menemukan tanda-tanda yang tidak wajar.
Ia juga menambahkan, pihaknya tidak hanya menindaklanjuti laporan resmi, tetapi juga informasi yang beredar di masyarakat, termasuk dari media sosial, untuk memastikan korban segera mendapatkan pendampingan.
Namun demikian, Melati menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas korban dalam setiap penanganan kasus.
“Kerahasiaan korban harus dijaga karena menyangkut masa depan anak,” ujarnya.
























