Friday, September 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Bersaing dengan 2.000 Tim, ‘Kisah Kita’ Antar Dua Guru MAN 3 Medan ke Final PIDI 2026

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 19.55 WIB
bersaing_dengan_2000_tim_kisah_kita_antar_dua_guru_man_3_medan_ke_final_pidi_2026

Ahmad Suhendra Sembiring (kiri) dan Andy Syahputra, dua guru MAN 3 Medan yang masuk babak final PIDI 2026 dengan menghadirkan inovasi ‘Kisah Kita’. (foto: Dok MAN 3 Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Inovasi pembelajaran bertajuk ‘Kisah Kita’ mengantarkan dua guru MAN 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra, menembus babak final ajang Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 2026.

Keduanya berhasil mencapai babak final setelah bersaing dengan sekitar 2.000 tim dari berbagai daerah dan latar belakang. Pada tahap pertama, sebanyak 800 tim dinyatakan lolos, sebelum kemudian disaring hingga tersisa 80 tim di babak final.

‘Kisah Kita’ merupakan inovasi yang memadukan perangkat fisik dan teknologi digital dalam sebuah infrastruktur EdTech phygital untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif.

Suhendra menjelaskan, inovasi tersebut menggabungkan interaksi fisik melalui kartu Internet of Things (IoT) berbiaya rendah dengan kecerdasan generatif Google Gemini 3.1 Flash berbasis cloud.

Menurutnya, teknologi itu dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kebosanan siswa dalam proses pembelajaran di kelas sekaligus membuat materi lebih dinamis dan kontekstual.

“Konsep ini akan membantu pengembangan kemampuan berpikir siswa jadi lebih kritis, kemampuan berinteraksi serta mampu memahami materi secara mendalam, sekaligus mendorong siswa menjadi ko-kreator sejarah,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Andy menambahkan, selain memanfaatkan teknologi, ‘Kisah Kita’ juga menawarkan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

“Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif dan bermakna,” tuturnya.

Kompetisi yang diselenggarakan Bank Indonesia, Digdaya dan Hackathon tersebut dimulai sejak awal Juni 2026. Babak final akan berlangsung di Jakarta pada 24 September 2026 dengan mempertandingkan peserta dalam kategori profesional dan mahasiswa.

Keberhasilan kedua guru tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari pihak madrasah. Kepala MAN 3 Medan, Burhanuddin, mengatakan keikutsertaan mereka menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mendorong transformasi digital.

“Kami berharap tim ini terus melaju dan mendapatkan hasil terbaik di babak final nantinya. Ini menunjukkan bahwa guru madrasah mampu menciptakan solusi dan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” ucapnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN