Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kesaksian Tetangga: Korban Kecelakaan KA Tebing Tinggi Baru Pulang Kondangan

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 pukul 12.53 WIB
kesaksian_tetangga_korban_kecelakaan_ka_tebing_tinggi_baru_pulang_kondangan

Kondisi rumah duka korban yang terletak di Kecamatan Deli Tua (Foto: Matius/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Empat warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, tewas setelah mengalami kecelakaan di perlintasan kereta api kawasan Lingkungan III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026).

Selain empat warga Kecamatan Deli Tua, lima korban tewas lainnya adalah warga Medan Marelan dan Kecamatan Patumbak yang seluruhnya merupakan satu keluarga.

Salah satu tetangga, Arma, 35 tahun menyebutkan jika korban berangkat ke Tebing Tinggi karena ingin menjenguk keluarga yang sedang sakit. Sebelumnya, keempat korban dan lima anggota keluarga lainnya yang juga tewas datang ke undangan pernikahan di Kabupaten Batu Bara.

“Korban tewas adalah keluarga Bu Asrah, 80 tahun. Setelah menghadiri pesta di Batu Bara, sekeluarga mau menjenguk keluarga yang sakit di Rumah Sakit Tebing Tinggi,” ujar Arma saat dijumpai di rumah duka.

Menurut Arma, keluarga Asrah dikenal baik di lingkungan sekitar. “Mereka ini dikenal baik. Orangnya sudah hajjah dua orang. Mereka yang meninggal itu, ibunya bernama Asrah, tiga anak, dan dua cucu. Sedangkan dua orang lagi keluarga dekat, keluarga besar lah mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Junaidi, mengatakan hal yang sama.

“Jadi mereka ini baru pulang pesta, setelah itu mau ke Tebing Tinggi. Belum sampai menjenguk yang sakit, di situlah kejadiannya. Saya pun terkejut juga. Malam-malam ada berita di WhatsApp saya yang menyebutkan ada warga Pematang Sari kecelakaan,” ujar Junaidi.

Berdasarkan pantauan Mistar di rumah duka, terlihat ratusan warga masih berdatangan. Keluarga Asrah yang dikenal baik ke warga sekitar membuat banyak warga merasa kehilangan.

“Mereka ini dikenal baik, makanya banyak warga yang datang melayat,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN