Friday, November 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dinilai Lamban Tangani Kasus Penganiayaan, Polres Pelabuhan Belawan Diadukan ke Propam Polri

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 17.18 WIB
dinilai_lamban_tangani_kasus_penganiayaan_polres_pelabuhan_belawan_diadukan_ke_propam_polri_

Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Istimewa/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Dua kakak beradik korban penganiayaan, Carika Hasibuan (21) dan Chairul Anwar (22), mengadukan pihak Polres Pelabuhan Belawan ke Divisi Propam Mabes Polri.

Pasalnya, permohonan penerbitan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap seorang terduga pelaku berinisial SH (18), yang diajukan mereka pada awal Oktober 2026 dinilai sangat lamban.

Kuasa hukum mereka, Suyanto, mengatakan sebelumnya polisi telah menangkap seorang terduga pelaku berinisial RA. RA kemudian menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Namun, penanganan terhadap SH belum menunjukkan perkembangan serupa.

"Kami sudah berkali-kali sampaikan ke pihak penyidik, dan sudah kami layangkan juga surat resmi, namun hingga saat ini belum ada jawaban yang menurut kami itu sesuai dengan keinginan kami," kata Suyanto saat dihubungi, Jumat (6/11/2026).

Pengaduan tersebut tercatat dengan nomor B/2026110401296-00001/I/WAS.2.4/2026/Divpropam dan diajukan, Rabu (4/11/2026).

Suyanto mengatakan, laporan itu dimaksudkan untuk meminta evaluasi terhadap kinerja jajaran Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan, khususnya penyidik yang menangani perkara tersebut.

"Kami membuat Dumas ini bertujuan agar Divpropam Mabes Polri mengevaluasi atas lambatnya proses penerbitan status permohonan DPO dan penangkapan terhadap terduga pelaku SH," katanya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak Polres Pelabuhan Belawan.

Perlu diketahui, dugaan penganiayaan yang dialami kakak beradik yang tinggal di Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), itu terjadi di Kelurahan Terjun pada 24 Juni 2026. Dalam peristiwa tersebut, keduanya mengalami luka robek di bagian wajah dan kening. (Junaidin Zai)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN