Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Bakar Barak Narkoba, Kadus Ayub Pegang Prinsip Padamkan Api Sejak Dini

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 19.24 WIB
bakar_barak_narkoba_kadus_ayub_pegang_prinsip_padamkan_api_sejak_dini

Kadus 3A Desa Amplas, Ayub Pringadi Marbun, saat ditemui di lokasi barak narkoba yang dibakarnya. (foto: Putra/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Mencegah kemungkaran merupakan salah satu tanggung jawab seorang pemimpin. Prinsip itulah yang dipegang Kepala Dusun (Kadus) 3A Desa Amplas, Ayub Pringadi Marbun, dalam menyikapi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

Bagi Ayub, jabatan kepala dusun bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, ketika melihat persoalan narkoba di lingkungannya, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan.

“Sebelum kebakaran menjadi besar, padamkan saat masih api lilin,” demikian prinsip yang dipegang Ayub ketika memutuskan bertindak terhadap persoalan narkoba di wilayahnya, termasuk dengan membakar barak narkoba.

Menurutnya, persoalan yang dibiarkan sejak awal berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Sebaliknya, penanganan sejak dini dinilai dapat mencegah dampak yang lebih luas sekaligus menghemat tenaga, waktu, dan biaya.

“Ibaratnya masih sebesar api lilin, itu sudah kita tiup, gampang. Tapi kalau sudah kebakaran besar, kita harus panggil pemadam yang lebih besar lagi dan membutuhkan biaya dan waktu yang besar,” katanya saat ditemui Mistar, Selasa (27/10/2026).

Ungkapan tersebut menggambarkan cara Ayub memandang tugasnya sebagai kepala dusun. Ia memilih bertindak ketika persoalan masih bisa dikendalikan daripada menunggu hingga dampaknya meluas dan penanganannya semakin rumit.

Baginya, langkah itu bukan semata-mata upaya membersihkan lingkungan dari persoalan narkoba, melainkan juga bentuk tanggung jawab seorang pemimpin terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

“Selagi masih kecil, kita selaku kepala dusun masih bisa meng-cover dan kita masih bisa membersihkan. Makanya kita langsung bersihkan. Mudah-mudahan ini bisa diikuti kadus lain. Kalau kita sebagai kadus di lingkungan terkecil bisa peduli dan berani menghapuskan narkoba di lingkungan kita, insyaallah nggak ada lagi kegiatan narkoba di tempat lain,” ujarnya.

Jabatan Pemimpin dan Pertanggungjawaban hingga Syahid

Keberanian Ayub mengambil langkah tersebut tidak terlepas dari kedekatannya dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengaku telah menetap di kawasan itu sejak wilayah tersebut masih berupa kebun.

Kedekatan itu membuat tanggung jawab sebagai kepala dusun terasa lebih dari sekadar jabatan. Ia memandang kepemimpinan sebagai amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan, termasuk di hadapan Tuhan.

“Saya memang besar di sini. Aslinya memang orang sini, sejak ini masih kebun saya sudah di sini,” tuturnya.

Ayub mengatakan, kesediaannya menerima jabatan kepala dusun didasari keyakinan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut hadir ketika keadaan aman, tetapi juga harus berani mengambil sikap saat menghadapi persoalan di tengah masyarakat.

“Saya berani menerima jabatan kepala dusun, itu adalah pemimpin. Saya yakini pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti,” katanya.

Keyakinan tersebut juga membuatnya mengaku siap menghadapi risiko yang mungkin timbul dari langkah pemberantasan narkoba yang dilakukannya. Ia bahkan mengaitkan perjuangan tersebut dengan keyakinan religius yang dianutnya.

“Kalaupun saya terjadi apa-apa saat memberantas kemungkaran ini, insyaallah ganjarannya syahid,” katanya.

Ayub menyadari bahwa tindakannya tidak selalu mendapat respons positif. Ia mengaku menemukan berbagai anggapan negatif di media sosial, termasuk dugaan bahwa tindakannya berkaitan dengan setoran atau kepentingan tertentu.

Meski demikian, ia menegaskan tetap berpegang pada keyakinan bahwa tindakan yang dilakukan dengan niat baik akan memperoleh dukungan dari masyarakat.

“Selagi kita memang benar dan berbuat untuk yang baik, insyaallah banyak yang mendukung,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN