Peringatan Diabaikan, Kadus Desa Amplas Spontan Bakar Barak Narkoba

Kadus Ayub Pringadi Marbun merobohkan dan membakar barak yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba di wilayahnya. (foto: Handover/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Aksi Kepala Dusun (Kadus) 3A Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Ayub Pringadi Marbun, membubarkan sekelompok orang yang diduga menggunakan narkoba viral di media sosial. Dalam aksi tersebut, Ayub juga membakar salah satu barak yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba.
Dalam video yang beredar, Ayub yang mengenakan pakaian dinas harian berwarna cokelat terlihat mengobrak-abrik lokasi dan membubarkan puluhan orang yang berada di tempat tersebut. Ia juga melontarkan teguran keras kepada mereka.
"Aku udah berapa kali bilang sama kalian kan," ucapnya dalam rekaman.
Dalam rekaman lainnya, Ayub meminta masyarakat setempat melaporkan kepadanya apabila kembali menemukan aktivitas serupa di lingkungan mereka.
"Kalian bilang sama aku. Biar ku bakar ini semua. Nggak kasihan kalian lihat anak-anak kalian ngelihat orang nyabu di depan rumah kalian," katanya kepada warga.
Ayub mengatakan, tindakan tersebut dilakukannya setelah berulang kali memperingatkan orang-orang yang berkumpul di lokasi agar tidak melakukan aktivitas negatif. Namun, peringatan itu disebut tidak diindahkan.
Ia mengaku kembali melihat kerumunan orang ketika melintas di lokasi tersebut. Menurutnya, terdapat aktivitas perjudian, penggunaan sabu, hingga dugaan transaksi narkoba.
"Saya lewat dan melihat orang ramai-ramai berkumpul di sini, dan kegiatannya itu yang negatif. Ada yang berjudi, sedang pakai sabu, dan sudah nampak kita juga ada transaksi. Jadi kita peringatkan. Tapi nggak didengar juga. Jadi yaudah, bakar aja," ucap Ayub, Selasa (27/10/2026).
Ayub menegaskan, pembakaran barak tersebut bukan tindakan yang telah direncanakannya. Ia mengaku bertindak spontan karena kesal melihat aktivitas yang sebelumnya telah diperingatkan kembali terjadi.
"Spontan aja. Karena pas kita lewat mereka kumpul di situ. Jadi langsung aja kita buat tindakan. Ini sudah seminggu berdiri," ujarnya.
Aksi tersebut pun menjadi perhatian setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Belum ada keterangan mengenai tindak lanjut aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas narkoba maupun pembakaran barak tersebut. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































