Wall Street Menguat Lagi Ditopang Saham AI Usai Data Inflasi AS

Ilustrasi: Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari ini, 21 Juli 2026 waktu setempat. Foto: dok KabarBursa.com)
New York, MISTAR.ID (13/8/2026) - Wall Street ditutup menguat pada Rabu (12/8/2026). Penguatannya didorong data inflasi AS bulan Juli yang sesuai ekspektasi dan lonjakan saham-saham AI.
Data inflasi tidak mengejutkan pasar. Indeks Harga Konsumen AS naik 0,1% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Inflasi inti naik 0,2% bulanan dan 2,5% tahunan. Angka ini sedikit lebih rendah dari Juni.
Karena inflasi terkendali, pasar kini melihat peluang The Fed menahan suku bunga di 3,50% - 3,75% pada pertemuan September naik jadi sekitar 60%.
Sektor teknologi jadi bintang. Saham AI menguat tajam setelah laporan keuangan kuartal II.
CoreWeave naik 19%. Pendapatan dua kali lipat dari tahun lalu dan margin laba melampaui perkiraan, Super Micro Computer naik 19% setelah memberi proyeksi laba kuat.
Dell naik hampir 10%, Micron naik hampir 5%, Cisco: naik hampir 3% dan Nebius melonjak 34%.
Hasilnya, S&P 500 naik 0,26% ke 7.748,50. Nasdaq naik 0,54% ke 26.588,49. Dow Jones turun tipis 0,04% ke 53.770,27.
Analis menilai selama data inflasi selanjutnya tidak jauh berbeda, The Fed kemungkinan besar akan menahan suku bunga bulan depan. Permintaan infrastruktur AI yang masih kuat juga jadi penopang utama penguatan Wall Street.(kompas.com/hm02)


















