Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Apindo dan Koalisi Buruh Bareng Studi Banding ke 4 Negara Demi RUU Ketenagakerjaan

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 08.27 WIB
apindo_dan_koalisi_buruh_bareng_studi_banding_ke_4_negara_demi_ruu_ketenagakerjaan_

Teks Foto: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bersamaKetua APINDO Shinta Widjaja dalam konfersi pers di Sekertariat Bersama KBPBI di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026) malam. (foto: KOMPAS.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (13/8/2026) - Apindo dan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) sepakat bareng-bareng menyusun RUU Ketenagakerjaan yang baru.

Langkah pertama yang akan dilakukan keduanya adalah studi banding ke 4 negara, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, dari studi banding itu mereka ingin melihat seperti apa hubungan pengusaha dan pekerja di negara lain.

"Kita mau lihat kenapa investasi di sana bisa maju. Apa yang dikasih pemerintah ke pengusaha dan ke serikat pekerja," ujar Gani saat konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026) malam.

Menurut Gani, ini kali pertama sejarah serikat buruh dan Apindo duduk bareng merumuskan RUU Ketenagakerjaan. Tujuannya supaya aturannya adil untuk kedua belah pihak.

Selain studi banding, Apindo dan KBPBI juga sudah membentuk tim perumus. Tim ini bertugas menyamakan poin-poin dalam RUU agar cepat selesai.

Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut kolaborasi ini penting untuk masa depan.

"Kita memang sering beda pendapat. Tapi tujuannya sama, mau Indonesia lebih sejahtera. Kalau pengusaha maju, buruh juga sejahtera," kata Shinta.

Ia menambahkan, selain melindungi buruh, pemerintah juga harus menjaga iklim usaha agar investasi tetap kondusif dan bisa menciptakan lapangan kerja baru.(kompas.com/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN