Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun, Purbaya Bilang Gini

Ilustrasi. (Foto: Welfare)
Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait total utang pemerintah yang tercatat lebih dari Rp10.000 triliun per Juni 2026.
Utang tersebut diperkirakan setara dengan 41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Purbaya mengatakan, pemerintah masih akan melihat perkembangan utang hingga akhir 2026.
Menurutnya, rasio utang pemerintah masih berpeluang turun karena saat ini masih berada di bawah batas 60% terhadap PDB.
"Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit," ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Purbaya menegaskan, besaran utang pemerintah perlu dilihat secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk menjaga kondisi fiskal, ia mengatakan pemerintah akan memperketat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap terkendali dan berada di bawah batas 3%.
"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat," jelasnya.
Selain mengendalikan defisit, pemerintah juga akan mengoptimalkan pemungutan pajak atau tax collection. Namun, Purbaya memastikan langkah tersebut bukan dilakukan dengan menaikkan tarif pajak.
"Kita akan efektifkan tax collection kita, bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak," pungkasnya. (hm25_detikcom)






















