Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan
Medan, MISTAR.ID - Konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah memberikan pukulan untuk keuangan domestik. Awal pekan Senin (20/7/2026), Rupiah kembali terpuruk dan nyaris sentuh Rp18.000 per Dolar AS.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan pergerakan Rupiah melemah di level Rp17.980 per Dolar AS.
Gunawan mengungkapkan, terdapat anomali pada pelemahan Rupiah jika disandingkan dengan indikator pasar global yang lainnya.
"Rupiah hampir Rp18.000. Padahal, minggu lalu sempat didukung arus dana masuk asing ke pasar obligasi. Tekanan Rupiah justru anomali jika dibandingkan dengan kinerja Indeks Dolar AS (USD Index) yang bergerak datar (sideways) di level 100,77," kata Gunawan menjelaskan.
Inti masalahnya berasal dari harg komoditas energi dunia yang meroket. Harga minyak mentah dunia di kisaran 90 Dolar AS per barel atau naik 5,8 persen dibanding sebelumnya yang masih 85 Dolar AS per barel.
"Harga minyak mentah yang naik ini karena eskalasi geopolitik memburuk, tentu memicu kekhawatiran inflasi global yang naik. Akhirnya, pasar keuangan dibayangi kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral," ucapnya.
Selain nilai tukar Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah. Meski sempat menguat 6.197 pada awal sesi, secara keseluruhan terpantau bergerak mixed cenderung lemah.
Melihat agenda rilis data ekonomi domestik yang minim, Gunawan memproyeksikan Rupiah dan IHSG akan disetir sentimen eksternal, termasuk Bank Sentral China (PBoC) yang baru menahan bunga pinjaman sebesar 3 persen.






















