Friday, July 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Minim Sentimen, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat Terbatas di Akhir Pekan

Mistar.idJumat, 10 Juli 2026 pukul 21.07 WIB
minim_sentimen_ihsg_dan_rupiah_ditutup_menguat_terbatas_di_akhir_pekan_

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (foto: antara/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Penutupan pasar uang hari ini minim sentimen di pasar, hal tersebut mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah yang hanya mencatat penguatan terbatas.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan kinerja pasar keuangan domestik masih terlihat rapi dalam sepekan terakhir sama saat terdapat sentimen negatif dari eksternal.

Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG ditutup menguat di level 5.924,36 atau naik 0,2 persen. Sebelumnya, indeks saham dominan berada di zona merah pada perdagangan kedua.

"IHSG berada di 5.887 pada perdagangan kedua, namun mengalami penguatan di detik terakhir. Hal tersebut tidak berbeda jauh dengan kinerja bursa di Asia yang banyak berada di zona hijau," katanya.

Pergerakan dana asing atau foreign flow terlihat bervariasi, investor masih melakukan aksi akumulasi pada saham energi dan komoditas tapi melepas beberapa saham blue chip.

Para investor asing melakukan net buy pada ADRO, ELSA, BRMS, TINS, dan INDF. Kemudian investor asing juga melakukan jual bersih atau net sell pada BBCA, BBRI, TLKM, DEWA, dan TPIA.

Kinerja Rupiah cenderung datar tapi terjadi penguatan selama perdagangan berlangsung, rupiah ditutup menguat di Rp18.045 per Dolar AS.

"Penguatan tersebut dikarenakan posisi Dolar AS yang mengalami tekanan, tegangan geopolitik di Selat Hormuz membuat pasar lebih tenang hingga menekan indeks Dolar AS," ucapnya.

Selain itu, beberapa mata uang Asia juga menguat hari ini seperti Bath Thailand, Yuan China, Rupee India, dan Dolar Singapura "Meski Rupiah berada di atas Rp18.000, kondisi tersebut berisiko mengalami fluktuasi karena sentimen global masih membayangi pasar keuangan domestik," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN