Kabar Perundingan Iran-AS Buat Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.065

Petugas di salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. (Foto: suara.com)
Medan, MISTAR.ID - Kabar perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan global. Kondisi tersebut membuat ketegangan pasar mereda dan berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia serta menguatnya instrumen keuangan domestik, termasuk rupiah.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengungkapkan ketidakpastian global yang mulai mereda memberikan ruang bagi penguatan rupiah pada akhir pekan ini.
"Rupiah masih di atas Rp18.000, tapi tekanan mulai mereda. Kinerjanya menguat di level Rp18.065 per dolar AS," katanya, Jumat (10/7/2026).
Perundingan damai ini membuat harga minyak mentah dunia turun. Minyak mentah jenis Brent hari ini ditransaksikan di kisaran 76 dolar AS per barel, dari sebelumnya 78 dolar AS.
Kondisi tersebut mendapat respons positif dari pasar saham di Asia. Mayoritas bursa saham Asia berada di zona hijau pada perdagangan hari ini. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat ke level 5.936.
Penguatan rupiah ditopang oleh melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
"Tekanan rupiah mereda setelah Indeks Dolar AS melemah ke level 100,7, ditambah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun stagnan di 4,5 persen yang tidak berpengaruh ke pasar keuangan," ucapnya.
Gunawan juga memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun dengan tekanan yang terbatas. Rupiah diproyeksikan diperdagangkan di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.090 per dolar AS. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Loyo Lagi, Galeri 24 Paling Babak Belur



















