Monday, July 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp18.000, Ini Sebabnya

Mistar.idSenin, 6 Juli 2026 pukul 11.49 WIB
nilai_tukar_rupiah_melemah_ke_level_rp18000_ini_sebabnya

Ilustrasi Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Kompas)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Nilai tukar Rupiah tergelincir ke level Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS), Senin (6/7/2026). Hal ini terjadi karena rilis data ekonomi krusial yang menumpuk, baik di dalam negeri maupun global.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengungkapkan Rupiah akan bergerak fluktuatif di 17.980 hingga 18.050 per Dolar AS.

"Tekanan ini tidak lepas dari membaiknya kinerja Indeks Dolar AS (USD Index) yang terus naik menuju 101," katanya.

Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sedikit ke zona hijau meskipun masih dibayangi oleh nilai tukar Rupiah. Perdagangan hari ini, IHSG menguat ke 5.893, sama seperti tren positif di banyak bursa saham Asia.

"Tapi, sesi pagi ini sempat terkoreksi sedikit ke 5.864. Angka tersebut masih dibebani oleh sentimen domestik dari melemahnya nilai tukar Rupiah," ucapnya.

Menurut Gunawan, hasil rilis data ekonomi dan penentu arah pergerakan selanjutnya akan sangat mempengaruhi kondisi pasar keuangan sepekan ke depan.

"Posisi cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), data penjualan ritel, dan data penjualan kendaraan bermotor adalah gambaran kondisi rill ekonomi nasional yang memenuhi pasar keuangan," ujarnya menjelaskan.

Secara global, FOMC Meeting atau rapat komite kebijakan moneter The Fed yang akan menentukan arah suku bunga akan menjadi pengaruh bagi pergerakan Rupiah.

Selain FOMC Meeting, lelang surat berharga AS dengan tenor 10 tahun juga akan mempengaruhi arus modal dan kinerja Rupiah dengan cara imbal hasil (yield) obligasi AS.

"Data penting domestik itu, merupakan gambaran kondisi ekonomi yang akan menggerakkan pasar. Agenda dari The Fed dan lelang surat berharga mempengaruhi kinerja Rupiah secara signifikan," tuturnya. (hm25)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN