Realisasi Belanja Negara di Wilayah KPPN Pematangsiantar Capai Rp3,75 Triliun

Realisasi Belanja Negara di Wilayah KPPN Pematangsiantar Capai Rp3,75 Triliun. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (28/10/2026) – Penyaluran APBN di wilayah KPPN Pematangsiantar menunjukkan percepatan tahun ini. Hingga akhir September 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp3,75 triliun. Angka itu setara dengan 81,23 persen dari pagu Rp4,61 triliun. Pencapaian ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai 72,37 persen pada periode yang sama.
Kepala KPPN Pematangsiantar, Judika Sirait, mengatakan peningkatan tersebut ditopang penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang meningkat, sementara belanja kementerian/lembaga juga relatif stabil.
“Baru September, belanja sudah Rp3,75 triliun, atau 81,23 persen dari pagu. Tahun lalu di waktu yang sama baru sampai 72,37 persen,” kata Judika kepada MISTAR.ID, Rabu (28/10/2026).
Belanja kementerian/lembaga juga membaik. Hingga September 2026, realisasinya mencapai Rp1,19 triliun atau 72,23 persen dari pagu. Sebagai perbandingan, tahun lalu realisasinya baru Rp898,96 miliar atau 71,23 persen.
“Kenaikannya karena Belanja Barang tumbuh 9,69 persen dan Belanja Modal melonjak hingga 15,39 persen dibandingkan tahun lalu. Pemerintah sedang giat-giatnya melakukan belanja. Namun, penyerapan Belanja Modal masih 49,95 persen. Masih ada waktu untuk mempercepat realisasi pada akhir tahun,” tambah Judika.
Sementara itu, TKD menjadi motor utama penyaluran. Realisasinya mencapai Rp2,56 triliun atau 86,23 persen dari pagu, meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai 72,82 persen. Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, DAK Nonfisik, dan Dana Desa telah tersalurkan 100 persen. Namun, realisasi DAK Fisik masih rendah, yakni baru 25 persen, sehingga perlu dipercepat agar tidak tertinggal hingga akhir tahun anggaran.
Jika dirinci berdasarkan sektor, Fungsi Pelayanan Umum masih memegang porsi terbesar, dengan realisasi Rp2,61 triliun atau 69,5 persen dari total belanja. Angka ini meningkat 18,51 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Fungsi Agama mencatat realisasi tertinggi dari sisi persentase, yakni 93,46 persen. Angka ini naik 43,43 persen dibandingkan tahun lalu. Fungsi Perlindungan Lingkungan Hidup juga tumbuh 6,74 persen, dengan tingkat penyerapan mencapai 57,37 persen.
Judika juga mengingatkan bahwa beberapa sektor justru mengalami penurunan dan perlu mendapat perhatian lebih. Anggaran Fungsi Pendidikan mencatat penurunan paling besar, yakni 12,36 persen, dengan tingkat penyerapan sebesar 59,64 persen. Fungsi Ekonomi juga turun 2,46 persen, dengan tingkat penyerapan saat ini sebesar 69,19 persen.
Menjelang akhir tahun anggaran, KPPN Pematangsiantar berharap seluruh pihak dapat mempercepat realisasi sisa anggaran, terutama untuk Belanja Modal dan DAK Fisik, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Anjlok 1,9 Persen, Asing Justru Borong 10 Saham Ini












































