Permintaan Tinggi Saat Ramadan, Petani Semangka di Sergai Keluhkan Hasil Panen Menurun

Petani saat memanen semangka. (foto: damanik/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Semangka menjadi salah satu buah yang paling diminati masyarakat saat bulan suci Ramadan, terutama untuk menu berbuka puasa. Rasanya yang manis serta kandungan air yang tinggi membuat buah ini mampu menyegarkan tubuh setelah seharian berpuasa.
Karena tingginya permintaan tersebut, para petani biasanya mengatur waktu tanam agar masa panen bertepatan dengan bulan Ramadan.
Namun, untuk mendapatkan hasil panen maksimal, petani semangka sangat bergantung pada kondisi cuaca. Dalam kondisi normal, lahan seluas satu rante dapat menghasilkan hingga sekitar 1 ton semangka.
Saat ini para petani di Dusun V, Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan hasil panen yang menurun drastis akibat cuaca kemarau. Hal itu disampaikan salah seorang petani, Mawi, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, meski harga semangka saat ini mengalami kenaikan, hasil panen yang diperoleh petani justru lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena kondisi cuaca saat masa tanam tidak mendukung.
“Jenis semangka yang kami tanam ada tiga, yaitu semangka tanpa biji, semangka kuning, dan semangka berbiji. Harganya untuk semangka tanpa biji sekitar Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram, semangka kuning Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogram, dan semangka berbiji Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pembeli asal Kabupaten Langkat, Nana Lubis, mengatakan harga semangka dari Pegajahan masih tergolong terjangkau. Ia juga menilai semangka dari daerah tersebut memiliki rasa yang manis.
“Harga semangka di sini masih terjangkau. Saya puas beli semangka dari sini karena rasanya manis,” katanya.






















