Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Musim Kemarau Jadi Berkah, Harga Sayur di Hamparan Perak Naik Dua Kali Lipat

Mistar.idSenin, 9 Februari 2026 pukul 16.45 WIB
musim_kemarau_jadi_berkah_harga_sayur_di_hamparan_perak_naik_dua_kali_lipat

Samini petani memanen sayur di musim kemarau (Foto: Kamaluddin/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Musim kemarau membawa berkah bagi petani sayur. Pasalnya, harga jual sayuran mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal.

Hal tersebut diungkapkan Samini (42), warga Kecamatan Hamparan Perak, saat ditemui MISTAR, Senin (9/2/2026), di lahan sayurnya yang berada di Pasar 13, Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak.

Samini menjelaskan, saat ini dirinya memilih menanam jenis sayuran dengan masa panen singkat seperti bayam dan kangkung. Selain cepat dipanen, modal yang dikeluarkan relatif kecil dan perawatannya tidak terlalu sulit.

“Ibu tiga anak ini mengaku harga bayam saat ini sedang naik. Biasanya agen sayur mengambil langsung di ladang dengan harga Rp35.000 per bal berisi 20 ikat. Namun sekarang sudah dibanderol Rp65.000 per bal,” ujarnya.

Menurut Samini, kenaikan harga sayuran disebabkan minimnya curah hujan yang membuat banyak tanaman sayur mati, sehingga pasokan di pasaran berkurang dan harga pun melonjak.

“Karena tidak turun hujan, banyak tanaman yang mati. Pasokan jadi berkurang, makanya harga naik,” kata perempuan yang telah berkebun sejak kecil dan kini bersuami sesama petani itu.

Ia juga menyebutkan, banyak petani di sekitarnya kini memilih menanam sayuran berumur pendek untuk menghindari risiko kerugian. Pengalaman menanam cabai menjadi pelajaran berharga baginya.

“Pernah waktu panen cabai, harga di pasaran jatuh dan saya rugi sekitar Rp10 juta,” kenangnya.

Meski demikian, Samini tidak menampik pernah meraih keuntungan besar dari cabai. Saat harga cabai melonjak, ia mengaku sempat meraup keuntungan hingga Rp45 juta.

“Alhamdulillah, waktu itu cabai mahal, untungnya bisa sampai Rp45 juta,” ujarnya sambil tersenyum.

Di akhir wawancara, Samini berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan harga pupuk yang hingga kini masih dirasakan mahal oleh para petani.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN