Kemarau Panjang, Tanaman Bawang Merah Petani Porsea Terancam Gagal Panen

Kondisi bawang merah milik Frankin yang terserang ulat. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Petani bawang merah di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mengeluhkan kondisi tanaman mereka yang berpotensi gagal panen akibat musim kemarau sepanjang Januari 2026. Banyak tanaman bawang merah tidak tumbuh dengan baik dan terserang hama ulat.
Salah seorang petani di Porsea, Frankin, mengatakan hampir sebulan hujan tidak turun sehingga banyak tanaman bawangnya tidak tumbuh. Sementara itu, tanaman yang sempat tumbuh justru diserang ulat pada bagian daun.
“Begitu hujan turun dalam dua hari terakhir, bawang merah yang tumbuh langsung diserang ulat pada daunnya dan berpotensi mati jika tidak segera dilakukan penyemprotan,” ujar Frankin, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, meski penyemprotan untuk mengatasi serangan hama daun serta pemupukan telah dilakukan secara rutin, dirinya tetap harus mengeluarkan modal tambahan untuk mengganti jenis pestisida agar tanaman bawang merah bisa diselamatkan.
“Semoga setelah dilakukan pergantian pestisida untuk hama, tanaman bawang merah saya bisa selamat meskipun tidak mungkin seluruhnya. Setidaknya masih ada sebagian yang dapat dipanen,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pembelajaran dalam budidaya bawang merah. Ia menilai, jika terjadi perubahan cuaca, penyemprotan hama harus dilakukan dengan variasi pestisida agar ulat tidak menjadi kebal.















