Satgas TNI AD Bangun Lima Jembatan Gantung di Asahan–Batu Bara

Salah satu jembatan gantung yang akan dibangun oleh Satgas Jembatan TNI AD. (foto: Perdana / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Satgas Jembatan TNI AD Kodim 0208/Asahan bergerak cepat membangun lima jembatan gantung baru yang selama ini dinantikan warga desa terpencil. Proyek strategis ini digadang-gadang akan mengubah akses transportasi, perekonomian, hingga pendidikan masyarakat pedalaman.
Langkah percepatan pembangunan jembatan gantung tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0208/Asahan, Letkol Inf Edy Syahputra, yang turun meninjau sejumlah titik lokasi. Aksi ini menegaskan keseriusan TNI dalam membenahi infrastruktur vital yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.
Dalam program pembangunan jembatan gantung Satgas Jembatan TNI AD, terdapat lima lokasi yang menjadi prioritas. Satu titik berada di Kabupaten Asahan, tepatnya di Desa Sei Kamah, Kecamatan Sei Dadap.
Tiga titik lainnya berada di Kabupaten Batu Bara, masing-masing di Desa Jati Mulia, Desa Mandarsah, dan Desa Kandangan. Sementara satu titik lagi berada di Kota Tanjungbalai, tepatnya di Kelurahan Semula Jadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur. Kelima wilayah tersebut dikenal memiliki akses yang sulit, terutama saat musim hujan ketika sungai meluap dan jalur penghubung terputus.
“Minimnya infrastruktur jembatan gantung membuat aktivitas warga tersendat. Anak-anak sekolah harus memutar lebih jauh, petani kesulitan mengangkut hasil panen, bahkan akses layanan kesehatan sering terlambat. Kondisi inilah yang mendorong Satgas Jembatan TNI AD Kodim 0208/Asahan untuk turun tangan,” kata Letkol Inf Edy Syahputra kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Dandim, jembatan gantung bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat desa. Oleh karena itu, Kodim 0208/Asahan melakukan peninjauan langsung agar proses renovasi dan pembangunan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan warga.
“Program jembatan gantung TNI AD ini merupakan bagian dari misi besar untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Dengan akses yang lebih mudah, distribusi barang, hasil pertanian, hingga mobilitas warga dipastikan meningkat signifikan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, program Satgas Jembatan TNI AD juga memperkuat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat. TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir langsung membantu memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
























