Inflasi Pematangsiantar Oktober 2026 Melandai, Harga Tomat Justru Naik 105,12 Persen

Inflasi Siantar. (Foto: BPS Siantar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Inflasi bulanan Kota Pematangsiantar pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,09 persen. Angka tersebut melandai dibandingkan September 2026 yang mencapai 0,16 persen. Meski demikian, harga sejumlah komoditas pangan masih menjadi pendorong inflasi, terutama tomat yang mengalami kenaikan kumulatif hingga 105,12 persen sejak awal tahun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar, Ratna Naibaho, melalui Humas BPS, Dedi Saragih, mengatakan cabai merah menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Oktober 2026.
“Penyumbang inflasi terbesar di Oktober cabai merah, sumbangannya 0,18 persen. Lalu disusul andaliman dan tomat masing-masing 0,04 persen. Cabai hijau sama cabai rawit masing-masing juga nambah 0,03 persen,” jelas Dedi, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data BPS, tomat memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,04 persen pada Oktober. Sementara itu, kenaikan harga tomat secara kumulatif sejak awal tahun hingga Oktober 2026 mencapai 105,12 persen.
Andil inflasi bulanan tertinggi tomat sepanjang 2026 tercatat pada Mei, yakni sebesar 0,34 persen.
Selain tomat, cabai merah juga mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi. Komoditas ini memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,18 persen pada Oktober. Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi cabai merah mencapai 43,57 persen.
Andil inflasi bulanan tertinggi cabai merah selama 2026 terjadi pada September, yakni sebesar 0,20 persen.
Di sisi lain, daging ayam ras justru menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi sebesar 0,29 persen pada Oktober. Secara kumulatif, harga daging ayam ras turun 6,91 persen sejak awal tahun. Penurunan paling dalam tercatat pada Oktober 2026.
Sementara itu, berdasarkan inflasi tahunan (year-on-year), Kota Pematangsiantar mencatatkan inflasi sebesar 4,19 persen hingga Oktober 2026.
Dedi juga merinci kelompok pengeluaran yang paling mendorong inflasi bulanan Oktober masih didominasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,03 persen.
Komoditas yang memengaruhi inflasi kelompok tersebut antara lain andaliman, cabai hijau, cabai rawit, ikan tongkol, sawi hijau, udang basah, beras, gula pasir, tukang bukan mandor, ayam hidup, dan bayam.
Untuk inflasi tahunan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,11 persen. Komoditas yang memengaruhinya antara lain beras, emas perhiasan, minyak goreng, cabai rawit, tomat, rokok sigaret kretek mesin (SKM), bensin, serta hasil perikanan seperti ikan lele, encis, nila, dan kembung.[]
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2,54 Juta per Gram



































