Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekonom Sarankan BMKS Fokus ke NPI Sebelum Ekspansi ke 7 Komoditas

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 16.57 WIB
ekonom_sarankan_bmks_fokus_ke_npi_sebelum_ekspansi_ke_7_komoditas_

Teks Foto: Ilustrasi, lokasi tambang. (Foto: Repro Cerahorid)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (16/8/2026) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyarankan pengoperasian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dimulai secara bertahap.

Menurutnya, cukup 1-2 komoditas dulu di tahap awal agar likuiditas dan kredibilitas pasar bisa terbentuk sebelum bursa menambah jenis komoditas lain.

Yusuf menilai target pemerintah memasukkan sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet sekaligus pada awal 2027 terlalu ambisius.

“Lebih baik kita prioritaskan komoditas yang punya posisi kuat di pasar global, tapi belum punya harga acuan global yang dominan,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (16/8).

Salah satu yang ia soroti adalah nickel pig iron atau NPI. Indonesia, kata Yusuf, sudah punya posisi kuat di rantai pasok NPI sehingga potensinya besar untuk dijadikan tolok ukur baru.

“Produk seperti nickel pig iron lebih menarik karena kita bisa membangun benchmark baru, bukan langsung berhadapan dengan acuan yang sudah dipakai puluhan tahun,” tuturnya.

Meski begitu, Yusuf mengingatkan BMKS tidak otomatis membuat harga komoditas Indonesia langsung naik. Manfaat utamanya justru di sisi tata kelola. Dengan adanya bursa, transparansi transaksi akan meningkat.

Praktik under-invoicing bisa dipersempit, basis pengenaan pajak jadi lebih baik, dan biaya transaksi juga berpotensi turun.Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan daftar mineral dan komoditas yang akan masuk BMKS sudah ditetapkan.

Pengumumannya belum bisa dirinci karena masih menunggu Peraturan Presiden sebagai payung hukum penyelenggaraan bursa.Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Bursa ini diharapkan menjadi instrumen pembentuk Indonesia Reference Price untuk sejumlah komoditas strategis.

Selain itu, BMKS ditargetkan menciptakan pasar yang lebih dalam, transparan, dan likuid. Dengan begitu produsen, petani, eksportir, pembeli, hingga investor bisa bertemu dalam satu ekosistem perdagangan dengan data transaksi yang terbuka dan kredibel.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN