Proses Pengolahan Mineral yang Mengikuti Aturan, Ahli Pertambangan ITB: Aman Bagi Lingkungan

Portal tambang PT DPM di Sopokomil Silima Pungga-pungga. (foto: istimewa/mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Seorang ahli pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Iskandar, ST, MT, PhD, mengatakan, proses pengolahan mineral yang mengikuti aturan, dengan pengolahan mineral modern yang dirancang dengan prinsip pengendalian ketat, sehingga seluruh proses dapat berjalan efisien dan dampak terhadap lingkungan terkendali sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan.
Seluruh kegiatan pengolahan yang dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Proses yang berlangsung dirancang agar tetap terkendali dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Setiap tahapan diawasi secara berkala untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar yang berlaku.
Bagaimana Bijih Diolah Menjadi Konsentrat?
Proses pengolahan bijih menjadi konsentrat dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling terhubung dan dirancang secara sederhana namun efektif. Batuan terlebih dahulu diperkecil ukurannya, kemudian dihaluskan, lalu dilakukan pemisahan untuk mengambil mineral yang bernilai, sementara sisanya dipisahkan.
Secara sederhana, proses ini mirip seperti menyaring bahan saat memasak, di mana bagian yang diinginkan dipisahkan dari campuran lainnya.
Banyak pertanyaan dan bertanya bagaimana batuan hasil tambang bisa berubah menjadi bahan bernilai tinggi yang digunakan dalam berbagai industri?
Proses tersebut terjadi di pabrik pengolahan mineral yang bekerja mengubah bijih menjadi konsentrat melalui tahapan yang aman dan terkontrol.
Yang tidak kalah penting, proses ini dirancang agar tetap menjaga lingkungan, tanpa menggunakan bahan berbahaya serta memastikan air yang digunakan diolah kembali sebelum dilepas.
Dengan teknologi saat ini, proses pengolahan dapat berjalan secara terkontrol dan stabil sehingga menghasilkan produk yang optimal tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.
Seluruh tahapan juga dirancang dengan memperhatikan keselamatan dan lingkungan, serta dilakukan dengan pengawasan yang baik agar tetap aman dan bertanggung jawab.
Proses pengolah tersebut juga wajib dijalankan di tambang PT Dairi Prima Mineral yang ada di Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
Bahan Kimia yang Ramah Lingkungan
dalam proses pengolahan bijih, digunakan beberapa bahan tambahan untuk membantu pemisahan mineral agar lebih efektif.
Penggunaannya dilakukan secara ketat, terukur, dan selalu dalam pengawasan. Jenis dan jumlah bahan yang digunakan telah disesuaikan dengan standar industri serta ketentuan pemerintah sehingga tetap aman bagi lingkungan.
Berdasarkan kajian para ahli di bidang teknik metalurgi dan lingkungan, penggunaan bahan dalam proses ini, dengan pengelolaan yang baik tidak akan menimbulkan dampak.
Hal ini juga telah diterapkan di berbagai pabrik pengolahan mineral di Indonesia dan di dunia, seperti di Australia dan Kanada, yang menggunakan bahan serupa namun tetap beroperasi secara aman dan memenuhi standar lingkungan.
Selain itu, seluruh penggunaan bahan dilakukan dalam sistem yang tertutup dan terkontrol, sehingga tidak langsung terlepas ke lingkungan.
Dengan pengawasan dan pengelolaan yang baik, proses ini tetap aman serta mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Pengelolaan Air yang Aman dan Terkendali
Pengelolaan air menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pengolahan mineral, sehingga dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti aturan yang berlaku.
PT Dairi Prima Mineral terlebih dahulu akan mengolahnya di fasilitas pengolahan air limbah. Tujuannya adalah agar air yang dihasilkan sudah dalam kondisi aman sebelum dilepas ke lingkungan sekitar.
Pengelolaan ini dilakukan sesuai dengan persetujuan teknis (Pertek) yang telah ditetapkan. Air yang digunakan dan dihasilkan selalu dipantau, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.
Baca Juga: ASN Dairi Diminta Wajib Beli Bibit Pohon untuk ASRI, Dananya Diduga Diselewengkan Camat Sumbul
Untuk jumlah air, dilakukan pengukuran debit menggunakan alat seperti flow meter. Sedangkan untuk kualitas air, dilakukan pengujian secara berkala seperti pH, kandungan logam, dan tingkat kekeruhan (TSS), sehingga tetap sesuai dengan standar yang ditentukan.
Dengan adanya sistem pengolahan dan pengawasan yang ketat ini, air yang akan dilepas ke lingkungan telah memenuhi standar dan tidak akan mencemari sungai maupun sumber air di sekitarnya.
Seluruh proses dilakukan secara terkontrol dan diawasi secara rutin, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena kualitas air tetap terjaga dan aman untuk lingkungan.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini PT DPM belum beroperasi dan tidak ada aktifitas penambangan apapun kecuali pemantauan lingkungan secara rutin dan dilaporkan secara rutin ke pemerintah daerah dan pusat yang tertuang di dalam laporan Rencana Kelola Lingkungan/Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL).
BERITA TERPOPULER























