Monday, July 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Ini Profil, Alasan, dan Langkah Presiden

Mistar.idSenin, 27 Juli 2026 pukul 14.48 WIB
perry_warjiyo_mundur_dari_jabatan_gubernur_bi_ini_profil_alasan_dan_langkah_presiden

Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (27/7/2026) – Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjadi perhatian luas karena terjadi saat masa jabatan keduanya masih berlangsung. Keputusan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, mulai dari alasan pengunduran diri, siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan BI, hingga dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada Senin (27/7/2026). Pemerintah menyatakan alasan pengunduran diri tersebut adalah alasan pribadi, sementara Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran dirinya dan segera mengambil langkah untuk memastikan kepemimpinan bank sentral tetap berjalan.

Profil Perry Warjiyo, Ekonom Senior yang Memimpin BI Sejak 2018

Perry Warjiyo merupakan salah satu ekonom paling berpengalaman di Indonesia. Ia dipercaya memimpin Bank Indonesia sejak 2018 dan kembali memperoleh mandat untuk periode kedua yang seharusnya berakhir pada 2028.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur BI, Perry meniti karier selama puluhan tahun di bank sentral. Berbagai posisi strategis pernah diembannya, di antaranya Deputi Gubernur BI, Asisten Gubernur Bidang Kebijakan Moneter, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Moneter, hingga sejumlah jabatan yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan dan hubungan internasional.

Pengalaman panjang tersebut membuat Perry dikenal sebagai salah satu perancang utama kebijakan moneter Indonesia dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi global.

Rekam Jejak Selama Memimpin Bank Indonesia

Selama hampir delapan tahun memimpin BI, Perry Warjiyo menghadapi sejumlah tantangan besar yang menguji ketahanan ekonomi nasional.

Salah satu periode paling krusial adalah saat pandemi COVID-19. Di bawah kepemimpinannya, BI menjalankan berbagai kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk memangkas suku bunga acuan, melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN), menyediakan likuiditas bagi perbankan, serta menerapkan berbagai langkah quantitative easing.

Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi menjaga sistem keuangan tetap stabil ketika ekonomi Indonesia mengalami tekanan hebat akibat pandemi. (Reuters)

Di luar penanganan pandemi, Perry juga dikenal mendorong transformasi sistem pembayaran nasional melalui berbagai inovasi digital, seperti QRIS, BI-FAST, hingga pengembangan sistem pembayaran lintas negara berbasis QR Code bersama sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Pada saat yang sama, Bank Indonesia juga berhasil menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran meski dunia menghadapi lonjakan harga akibat perang Rusia-Ukraina serta siklus kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).

Mengapa Perry Warjiyo Mengundurkan Diri?

Pemerintah menyatakan Perry Warjiyo mengundurkan diri karena alasan pribadi. Hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang keputusan tersebut.

Meski demikian, pengunduran diri tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar. Sejumlah analis menilai waktu pengunduran diri terjadi ketika Indonesia tengah menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, serta sorotan terhadap independensi bank sentral.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah investor juga mencermati perubahan regulasi yang memperluas peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga memunculkan diskusi mengenai independensi kebijakan moneter.

Presiden Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Pengunduran diri Perry Warjiyo telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden segera mengambil langkah administratif agar tidak terjadi kekosongan jabatan di bank sentral.

Langkah Presiden Setelah Gubernur BI Mundur

Sebagai langkah awal, Presiden menunjuk Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat Senior Deputy Governor Bank Indonesia, sebagai pelaksana tugas (Plt.) Gubernur BI.

Dalam pernyataannya, Destry menegaskan Bank Indonesia akan tetap berkomitmen menjalankan mandat utamanya, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan nasional.

Selanjutnya, Presiden akan mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia kepada DPR RI sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan, DPR akan memberikan persetujuan sebelum gubernur definitif dilantik.

Respons Pasar dan Dampaknya terhadap Ekonomi

Pasar keuangan langsung merespons kabar pengunduran diri Perry Warjiyo.

Analis mencatat munculnya peningkatan volatilitas di pasar keuangan, sementara investor memilih menunggu kepastian mengenai sosok yang akan memimpin Bank Indonesia secara definitif.

Reuters melaporkan nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan hingga mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, menunjukkan bahwa kepastian kepemimpinan bank sentral menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.

Mengapa Pergantian Gubernur BI Sangat Penting?

Pergantian Gubernur Bank Indonesia bukan sekadar pergantian pejabat tinggi negara.

Bagi pelaku pasar, sosok gubernur BI memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, hingga membangun kepercayaan investor domestik maupun global.

Karena itu, perhatian pasar kini tertuju pada siapa kandidat yang akan diusulkan Presiden sebagai Gubernur BI berikutnya, serta apakah kebijakan moneter Indonesia akan tetap konsisten dan independen.

Jarang Terjadi Dalam Sejarah Bank Indonesia

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi salah satu peristiwa yang relatif jarang terjadi dalam sejarah Bank Indonesia modern karena dilakukan di tengah masa jabatan kedua.

Selama memimpin BI sejak 2018, Perry dikenal sebagai arsitek berbagai kebijakan strategis, mulai dari penanganan dampak pandemi COVID-19 hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional melalui QRIS dan BI-FAST.

Di sisi lain, penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di bank sentral sambil menunggu proses pemilihan gubernur definitif di DPR.

Insight: Tantangan Terbesar Bank Indonesia

Ke depan, tantangan terbesar Bank Indonesia bukan hanya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga mempertahankan kredibilitas serta independensi kebijakan moneter.

Bagi investor, kepastian kepemimpinan dan kesinambungan kebijakan merupakan faktor utama yang akan menentukan tingkat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN