Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
WISATA

Sumatera Utara Dinilai Berpeluang Besar Tarik Wisatawan India

Mistar.idSenin, 2 Februari 2026 pukul 21.18 WIB
sumatera_utara_dinilai_berpeluang_besar_tarik_wisatawan_india_

Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menilai Sumatera Utara (Sumut) memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan asal India, mengingat besarnya jumlah warga India yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri setiap tahun.

Ia menyampaikan wisatawan India datang ke Indonesia dalam jumlah yang sangat besar. Bali misalnya, yang menerima lebih dari 600 ribu wisatawan India setiap tahun, dan pada 2025 jumlah tersebut diperkirakan melampaui 700 ribu orang. Namun, menurut pengamatannya, wisatawan India yang berkunjung ke Sumatera Utara masih relatif sedikit.

Berkaitan dengan hal itu, Ravi Shanker Goel mendorong agar destinasi wisata di Sumatera Utara dan Pulau Sumatera lebih dipopulerkan di India. Ia menilai perlu adanya kampanye dan sosialisasi yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi wisata di wilayah tersebut.

“Sumatera Utara memiliki banyak tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia juga menyoroti kedekatan geografis Sumut dengan Singapura dan Kuala Lumpur. Sumut hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Bandara Kualanamu, sehingga memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan India yang telah berkunjung ke dua negara tersebut agar melanjutkan perjalanan ke Sumut.

Ravi menegaskan bahwa India merupakan pasar pariwisata yang sangat besar dengan populasi mencapai 1,4 miliar jiwa. Banyak warga India, katanya, memiliki minat untuk menjelajahi destinasi wisata baru di luar negeri.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata ke India. Menurutnya, India menawarkan beragam destinasi wisata, tidak hanya wisata Buddhis di Bodhgaya, negara bagian Bihar, yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan dari Medan dan Sumut. “India bukan hanya tentang satu jenis destinasi,” katanya.

Ia menyebutkan beberapa destinasi lain yang diperkenalkan, antara lain Kashmir serta Golden Triangle yang meliputi Delhi, Jaipur, dan Agra. Ravi juga menyampaikan wisatawan Indonesia dapat memperoleh visa India secara daring dan visa wisata diberikan secara gratis tanpa biaya. Selain itu, konektivitas menuju India juga dinilai cukup baik melalui Singapura dan Malaysia dari Bandara Kualanamu.

Namun demikian, ia menjelaskan hingga kini belum terdapat penerbangan langsung dari Bandara Kualanamu ke India, karena belum mencukupi jumlah penumpang. Upaya pembukaan rute Kualanamu–Chennai pada 2023 atau 2024 sempat dilakukan, tetapi tidak bertahan lama akibat minimnya penumpang.

Ia menambahkan India dan Indonesia telah menegosiasikan perjanjian layanan penerbangan baru yang menyediakan slot penerbangan untuk menghubungkan Kualanamu dengan kota-kota di India, tidak hanya Delhi. Meski begitu, pembukaan rute langsung tersebut tetap memerlukan peningkatan lalu lintas penumpang bilateral.

“Selama belum ada jumlah penumpang yang memadai, maskapai penerbangan tidak akan membuka rute baru. Makanya, penting bagi masyarakat untuk mulai melakukan perjalanan agar penerbangan tambahan dapat dibuka,” tuturnya.

Ravi berharap ke depan dapat terbangun koordinasi yang lebih kuat antara pelaku usaha pariwisata di Sumut dan India, sehingga potensi pariwisata di kedua wilayah dapat dipromosikan secara bersama.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN