Tito: Pemulihan Pascabencana Tapteng Harus Dikerjakan Masif

Kepala BBWS Sumatera II Medan Kementerian PU, Feriyanto Pawenrusi memaparkan kepada Mendagri, Tito Karnavian terkait pembangunan proyek pengendali banjir dan Sabo dan di Hutanabolon. (foto: Feliks/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta program pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak hanya berhenti pada proyek percontohan, tetapi diperluas dan dikerjakan secara masif.
“Saya tidak mau hanya contoh saja. Saya ingin dikerjakan masif,” ujar Tito seusai meninjau sejumlah lokasi pengerjaan percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di Tapteng, Kamis (10/9/2026).
Mantan Kapolri itu meminta program pemulihan, termasuk pembangunan fasilitas umum maupun pendidikan, diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Tito meninjau proyek pengendali banjir dan pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Tito menilai Kecamatan Tukka memiliki tingkat kerawanan tinggi karena kondisi geografisnya menyerupai cekungan atau mangkuk dan diapit dua aliran sungai.
“Kita melihat, posisi Kecamatan Tukka ini seperti piring, cekungan. Di situ ada dua sungai, Sungai Tukka dan Sungai Sagala. Yang paling rawan saya lihat adalah Kecamatan Tukka,” ujarnya.
Menurut Tito, ancaman tidak hanya berasal dari debit air, tetapi juga material bawaan seperti batu, lumpur dan sedimen dari hulu. Karena itu, keberadaan Sabo Dam dinilai penting untuk menyaring material tersebut.
“Melihat kapasitas Sabo Dam saat ini, maka akan terus diperkuat, bahkan pemerintah telah merencanakan pembangunan Sabo Dam tambahan di bagian hulu pada tahun depan dengan kapasitas tampung di atas 70 meter kubik,” katanya.
Tito selanjutnya meninjau pembangunan retaining wall atau dinding penahan beton sepanjang sekitar 1,5 kilometer di sepanjang aliran sungai yang melintasi kawasan permukiman padat di Hutanabolon.
Infrastruktur tersebut dibangun untuk mengantisipasi luapan air sungai masuk ke permukiman warga.
Selain infrastruktur pengendali bencana, Tito bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau rumah percontohan pascabencana hasil kerja sama dengan BNPB serta pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Asrama Haji Pinangsori.
Huntap permanen itu disiapkan bagi warga terdampak bencana dan ditargetkan rampung serta dapat diresmikan pada pertengahan Oktober 2026.
Masinton menegaskan Pemkab Tapteng berkomitmen mempercepat seluruh program pemulihan pascabencana dengan menempatkan keselamatan dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Jadi sekarang ini, apa yang sedang dikerjakan pemerintah pascabencana dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Masinton, pembangunan infrastruktur mitigasi bencana, rumah percontohan hingga Huntap merupakan upaya agar masyarakat dapat kembali hidup aman, layak dan tenang, sekaligus memperkuat ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Dalam kunjungan itu, Tito turut didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi, unsur Forkopimda serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Keluarga Pasien Miskin di Deli Serdang Dapat Jatah Makan Gratis dan Antar Jemput ke RSBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
































