Sunday, July 26, 2026
home_banner_first
SUMUT

Petani Sergai Kesulitan Air dan Solar untuk Pompanisasi Akibat Kemarau

Mistar.idMinggu, 26 Juli 2026 pukul 10.37 WIB
petani_sergai_kesulitan_air_dan_solar_untuk_pompanisasi_akibat_kemarau

Padi di Sergai. (Foto: Sarianto/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID – Musim kemarau di Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), membuat sawah petani kekurangan air, Minggu (26/7/2026). Kemarau sudah terjadi selama dua bulan belakangan.

Jika kemarau terus terjadi, petani khawatir padi mereka mengalami gagal panen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani memanfaatkan air pasang laut dan Sungai Padang untuk memompa air. Sebagian petani juga memanfaatkan pompanisasi yang disediakan pemerintah.

Ketua Gapoktan Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Williwono Harianja, sistem pompanisasi belum maksimal karena debit air Sungai Padang menurun drastis.

Selain itu, biaya operasional semakin tinggi lantaran petani harus membeli Solar dan ketersediaannya juga sulit.

"Sampai saat ini belum bisa beroperasi semaksimal mungkin karena ada beberapa hal. Salah satunya, debit air Sungai Padang berkurang jauh. Kedua, kami petani susah mencari Solar. Kalaupun ada, kami membelinya Rp10.000 per liter. Jadi kami petani menjerit karena sudah beli minyak mahal, susah dicari, bahkan modalnya sangat tinggi," tuturnya.

Ia juga menyinggung kondisi saluran drainase untuk irigasi yang dibangun pemerintah. Menurutnya, saluran tersebut sudah mulai rusak sehingga perlu segera direhabilitasi.

"Salurannya sudah tidak maksimal dan memang harus direhab. Jadi, kalau dipaksakan juga, airnya tidak maksimal mengaliri persawahan di daerah kami yang luasnya sekitar 200 sampai 300 hektare. Karena salurannya sudah banyak yang bocor ataupun pecah," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Willi, para petani berharap pemerintah meninjau kembali saluran-saluran irigasi yang diperkirakan dibangun pada 2012 tersebut.

"Jadi, inilah harapan kami kepada pemerintah. Khususnya Dinas Pertanian, supaya dapat meninjau saluran-saluran yang dibangun, kalau tidak salah, pada tahun 2012. Sampai sekarang belum ada renovasi. Kami berharap, meski sedang musim kemarau, pompanisasi yang sudah dibuatkan pemerintah provinsi sejak 2005 tetap bisa kami manfaatkan," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN