Friday, July 24, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Jahe Tidak Stabil, Petani Kecamatan Uluan Beralih Tanam Bawang Merah

Mistar.idJumat, 24 Juli 2026 pukul 21.06 WIB
harga_jahe_tidak_stabil_petani_kecamatan_uluan_beralih_tanam_bawang_merah

Tanaman bawang petani di Kecamatan Porsea. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

‎Toba, MISTAR.ID – Seorang petani di Desa Sampuara, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Marisa Sirait, memilih beralih menanam bawang merah setelah menilai harga jahe tidak stabil.

‎"Selama budidaya jahe, sudah sering mengalami rugi. Terlebih saat perubahan harga menjadi turun drastis. Dari biaya bibit, pengolahan, hingga panen, modal tidak kembali," ujar Marisa, Jumat (24/7/2026).

‎Menurutnya, menanam jahe ini ibarat bermain judi. Bisa untung, bisa rugi. “Dalam budidaya jahe, sesuai namanya jika dipanjangkan 'jangan heran' maka kita bisa untung besar dan bisa rugi besar sewaktu panen,” tuturnya.

Dilanjutkannya, ‎"perubahan harga yang tidak pasti, membuat saya sempat berpikir untuk budidaya tanaman lain, namun belum ada yang tepat. Akhirnya saya mendengar tanaman bawang merah cocok di Toba dan telah berhasil di Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Ajibata," tuturnya.

‎Marisa kemudian bertanya kepada petani bawang di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, mengenai cara bercocok tanam bawang merah. Awalnya Marisa menanam bibit sebanyak 80 kilogram.

‎"Ternyata setelah panen, hasil yang saya dapatkan lumayan. Dari bibit 80 kilogram menghasilkan panen 800 kilogram. Harga jual juga terbilang stabil. Seandainya turun tidak terlalu signifikan," ucapnya.

‎Saat ini, ia telah menanam bawang merah di lahan seluas dua hektar. “Saya sudah memperluas lahan pertanian bawang merah. Sekarang saya sudah kelola dua hektar lahan.” ucapnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN