Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Lansia Ditemukan Tergeletak di Kebun Sawit Simalungun, Sempat Sebut Dipukul Dua Orang

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 12.36 WIB
lansia_ditemukan_tergeletak_di_kebun_sawit_simalungun_sempat_sebut_dipukul_dua_orang

Korban saat dibawa ke RSUD Djasamen Saragih. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (8/9/2026) – Warga Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia (lansia) bermarga Haloho yang tergeletak lemah di perkebunan kelapa sawit di Jalan Kenari Tujuh, Selasa (8/9/2026).

Warga sempat membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani visum.

Tangis keluarga pecah saat jenazah korban tiba di rumah sakit.

Keponakan korban, bermarga Siadari, mengatakan sebelum kejadian bibinya sempat pamit hendak pergi ke pasar. Namun, hingga siang hari, korban tak kunjung pulang sehingga keluarga mulai khawatir.

Korban kemudian ditemukan di lahan perkebunan kelapa sawit yang berada tepat di belakang rumahnya. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar meski tubuhnya sudah lemah.

“Waktu dibawa ke puskesmas, beliau masih sadar. Beliau bilang, ‘ada dua orang yang mukul saya’,” kata Siadari saat ditemui di RSUD Djasamen Saragih.

Seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya turut menceritakan kronologi penemuan korban. Sekitar pukul 07.00 WIB, seorang satpam kebun melihat seorang perempuan tergeletak di area perkebunan sawit.

Awalnya, suami korban belum menanggapi informasi tersebut. Namun, setelah warga bersama suami korban memastikan ke lokasi, diketahui perempuan yang tergeletak tersebut merupakan istrinya.

“Setelah kami cek, ternyata benar istrinya. Kami langsung bawa korban ke puskesmas,” ucap perangkat desa tersebut.

Saat proses evakuasi, korban disebut sempat memberikan isyarat dengan mengacungkan dua jari.

“Korban sempat mengacungkan dua jari,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, jenazah korban masih berada di RSUD Djasamen Saragih untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Keluarga korban berharap polisi segera mengusut dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN