Pertumbuhan Ekonomi Batu Bara 2027 Diproyeksi di Bawah Sumut dan Nasional

Gedung DPRD Batu Bara. (foto: Setwan DPRD Batu Bara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID - Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batu Bara pada 2027 diproyeksikan masih berada di bawah rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Proyeksi tersebut disampaikan juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batu Bara, Nafiar pada rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Batu Bara, Senin (7/9/2026).
"Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batu Bara diproyeksikan antara 4,54-5,00%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 diproyeksikan antara 5,8-6,50% dan laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di kisaran 5,0-5,6%," ujarnya.
Selain itu, pada laporan yang sama terlihat target tingkat kemiskinan Kabupaten Batu Bara lebih tinggi dari target tingkat kemiskinan Provinsi Sumut dan target tingkat kemiskinan nasional.
Adapun target kemiskinan Kabupaten Batu Bara tahun 2027 diproyeksikan pada kisaran 9,34-7,82%. Sementara target kemiskinan Sumut berada pada kisaran 6,84-7,04% dan nasional sebesar 6,0-6,5%.
"Demikian pula jika dilihat dari Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), rancangan pendapatan daerah Kabupaten Batu Bara tahun 2027, sepertinya Pemkab belum optimis untuk dapat mengembalikan pendapatan daerah seperti pada tahun 2024 yang mencapai Rp1,3 triliun," ucap politisi Partai Golkar tersebut.
Banggar DPRD Batu Bara yang diketuai Ketua DPRD Syafi'i juga menilai Pemkab belum mampu menggali potensi pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer.
"Ironisnya, Pansus PAD DPRD Batu Bara telah menyampaikan laporan bahwa terdapat potensi kenaikan PAD pada tahun anggaran 2027 yang bersumber dari 65 perusahaan yang beroperasi di daerah itu," sindirnya.
Adapun asumsi pendapatan daerah Kabupaten Batu Bara pada KUA-PPAS R-APBD tahun 2027 sebesar Rp1.174.991.794.559. Sedangkan asumsi belanja diproyeksikan sebesar Rp1.180.579.510.087. Dengan demikian, R-APBD tahun 2027 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp5.587.715.528.
"Banggar pada kesempatan ini menyampaikan 8 rekomendasi kepada Pemkab Batu Bara," ucapnya.
Rekomendasi yang disampaikan di antaranya permintaan agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan optimalisasi pendapatan daerah yang berasal dari PAD. Selain itu, Banggar meminta Pemkab Batu Bara agar menyusun program kegiatan yang benar-benar terukur dalam mewujudkan asumsi dasar makro ekonomi Kabupaten Batu Bara.
PREVIOUS ARTICLE
Kementan Respons Gangguan Kesehatan Ternak Babi di Tanjungbalai





































