Monday, September 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

DKPP Ajak Warga Pematangsiantar Sulap Pekarangan Jadi Lumbung Cabai

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 15.30 WIB
dkpp_ajak_warga_pematangsiantar_sulap_pekarangan_jadi_lumbung_cabai

Pedagang cabai di Pasar Dwikora Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pematangsiantar mengajak masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bumbu dapur secara mandiri di tengah harga cabai dan bawang yang masih tinggi akibat terganggunya pasokan dari Kabupaten Karo.

Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan DKPP Pematangsiantar, Laila M. Nasution, mengatakan ketergantungan pasokan dari Kabupaten Karo membuat harga cabai dan bawang di sejumlah pasar tradisional Pematangsiantar masih tinggi.

“Erupsi Gunung Sinabung tentunya berdampak pada kita. Sebab pasokan kita berasal dari Kabupaten Karo, jadi harga cabai dan bawang masih tinggi di pasar tradisional Pematangsiantar,” ungkap Laila saat diwawancarai Mistar, Senin (7/9/2026).

Untuk itu, dengan memanfatkan lahan pekarangan melalui program P2L diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari tanpa sepenuhnya bergantung pada harga komoditas di pasar.

“Intinya, hasil panen sendiri setidaknya cukup untuk kebutuhan dapur keluarga. Dengan begitu, orang tidak perlu sepenuhnya bergantung pada harga pasar yang tidak menentu,” terang Laila.

Selain mendorong pemanfaatan pekarangan, DKPP Pematangsiantar juga terus menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Melalui GPM, masyarakat dapat membeli cabai rawit dan sejumlah bahan pokok lainnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasar.

Diketahui, pasokan bahan pokok dari Kabupaten Karo mengalami hambatan akibat Erupsi Gunung Sinabung, sehingga berdampak terhadap harga cabai rawit dan cabai merah yang masih tinggi dan tidak stabil di sejumlah pasar tradisional Pematangsiantar. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN