Monday, August 10, 2026
home_banner_first
SUMUT

LPA Deli Serdang Ingatkan Panitia HUT RI, Hiburan 17 Agustus Jangan Jadi Sarana LGBT

Mistar.idSenin, 10 Agustus 2026 pukul 21.15 WIB
lpa_deli_serdang_ingatkan_panitia_hut_ri_hiburan_17_agustus_jangan_jadi_sarana_lgbt

Teks foto: Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik.(Foto: sembiring/ mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID (10/8/2026) - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang memberikan warning kepada panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, organisasi kepemudaan dan masyarakat agar tidak menjadikan lomba maupun hiburan 17 Agustus sebagai sarana normalisasi LGBT di hadapan anak.

"Setiap kegiatan yang melibatkan anak harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dan memperhatikan nilai edukasi, kepantasan, pembentukan karakter serta lingkungan tumbuh kembang yang aman," ujar Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, Senin (10/8/2026) malam.

Sambung Junaidi, jangan karena alasan hiburan dan mengejar tawa penonton, kemudian membuat lomba mempertontonkan perilaku atau ekspresi gender secara berlebihan kepada anak. Misalnya laki-laki dipakaikan daster dalam lomba sepak bola, kemudian dilengkapi riasan, gestur atau aksi yang menjadikan identitas gender sebagai bahan lelucon. Hal-hal seperti ini perlu dievaluasi ketika disaksikan anak.

Menurut Junaidi, bentuk kegiatan lain yang perlu diseleksi antara lain lomba joget, joget berpasangan, fashion show, lomba meniru artis, karaoke, lomba rias, serta drama atau parodi yang menggunakan gestur vulgar, adegan romantis atau seksual, maupun menjadikan orientasi seksual dan identitas gender sebagai bahan candaan.

Menurut Junaidi LPA tidak bermaksud melakukan persekusi, kekerasan, penghinaan ataupun diskriminasi terhadap individu mana pun.

Tetap harus menghormati setiap manusia. Tetapi ruang kegiatan anak juga harus dijaga. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar dan saksikan berulang-ulang.

"LPA mendorong panitia mengganti atau memperbaiki konsep lomba dengan kegiatan yang membangun karakter, seperti permainan tradisional, olahraga, cerdas cermat kebangsaan, membaca puisi kemerdekaan, storytelling kepahlawanan, menggambar dan mewarnai, seni budaya daerah, hafalan Pancasila, gotong royong serta kegiatan edukatif bersama keluarga,"tutupnya.(sembiring/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN