Friday, October 30, 2026
home_banner_first
SUMUT

Longsor Terjang Belasan Titik Jalan Provinsi di Gunung Meriah Deli Serdang, Akses Kendaraan Terganggu

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 17.56 WIB
longsor_terjang_belasan_titik_jalan_provinsi_di_gunung_meriah_deli_serdang_akses_kendaraan_terganggu

Pembersihan material longsor. (foto: sembiring/ mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID (30/10/2026) - Pemerintah Kecamatan Gunung Meriah bersama pemerintah desa dan unsur Muspika bergotong royong melakukan penanganan awal bencana tanah longsor yang terjadi di sepanjang jalan provinsi, mulai dari Desa Marjandi Pematang hingga Desa Ujung Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (30/10/2026).

Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB hingga Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Akibatnya, belasan titik di sepanjang jalur tersebut mengalami longsor. Material tanah, kayu, serta pohon tumbang menutupi badan jalan sehingga menghambat, bahkan memutus akses lalu lintas kendaraan di sejumlah lokasi.

Salah satu titik terparah berada di wilayah Desa Ujung Meriah. Di lokasi ini, material tanah menimbun badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Sementara itu, di Desa Marjandi Pematang, longsor terjadi di sepanjang tepian sungai. Sejumlah pohon ikut terbawa material longsoran, tumbang, dan menutupi sebagian badan jalan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Gunung Meriah bersama pemerintah desa dan unsur Muspika turun langsung melakukan gotong royong membersihkan material tanah, kayu, dan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.

"Pembersihan dilakukan secara bertahap sebagai upaya membuka kembali akses transportasi agar kendaraan dapat melintas dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu," ujar Tarigan, salah seorang staf Kantor Camat Gunung Meriah.

Meski demikian, sambungnya, penanganan longsor belum sepenuhnya dapat diselesaikan. Banyaknya titik kejadian serta besarnya volume material tanah dan kayu yang menutupi badan jalan membuat proses pembersihan masih membutuhkan dukungan alat berat.

"Penanganan lanjutan diperlukan agar seluruh material longsor dapat dibersihkan dan akses jalan provinsi kembali normal," tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Gunung Meriah juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan terdampak. Pasalnya, kondisi tanah masih berpotensi labil akibat tingginya curah hujan sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN