Harga Semen Naik Rp25 Ribu per Zak, Kontraktor APBD Toba Terancam Tekor

Gudang semen di salah satu toko bangunan di Porsea. (foto: nimrot/mistar).
Toba, MISTAR.ID - Kenaikan harga bahan bangunan membuat kontraktor proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Toba khawatir mengalami kerugian. Pasalnya, harga material melonjak setelah kontrak pekerjaan ditandatangani, sehingga biaya pelaksanaan proyek berpotensi membengkak dan menggerus perhitungan awal.
Salah seorang kontraktor, Galumbang Sibarani, mengatakan kenaikan harga material paling terasa pada semen yang naik hingga Rp20.000 sampai Rp25.000 per zak. Kondisi tersebut membuat risiko kerugian semakin besar karena nilai kontrak tidak mengalami penyesuaian.
"Saat menandatangani kontrak perjanjian kerja, harga bahan bangunan belum mengalami kenaikan. Jadi rencana anggaran biaya (RAB) belum ada penyesuaian harga material, bisa jadi risiko keuntungan semakin menipis," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Galumbang, kondisi tersebut membuat kontraktor harus lebih cermat mengatur keuangan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai kontrak. Apalagi, biaya tambahan tidak hanya berasal dari material bangunan, tetapi juga kebutuhan operasional di lapangan.
"Pengeluaran masih bisa ditekan apabila lokasi proyek mudah dijangkau transportasi. Tetapi kalau lokasi proyek sulit dijangkau atau jauh dari jalan umum, tentu akan menambah biaya," katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan biaya juga terjadi pada kebutuhan pekerja yang harus menginap di lokasi proyek. Selain harga bahan pokok yang meningkat, keterbatasan bahan bakar solar serta kemungkinan kenaikan upah pekerja turut menjadi beban tambahan.
"Tidak hanya biaya bahan bangunan yang bertambah, biaya makan pekerja yang menginap juga ikut naik. Belum lagi bahan bakar solar yang terbatas, serta pekerja dimungkinkan meminta tambahan gaji karena kebutuhan hidup meningkat," ucapnya.
Galumbang berharap pekerjaan proyek yang dikerjakannya tahun ini setidaknya dapat selesai tanpa mengalami kerugian. Menurutnya, mendapatkan keuntungan kecil saja sudah cukup mengingat adanya kenaikan biaya yang tidak diperkirakan saat kontrak pekerjaan dibuat.
"Saat dinas terkait menentukan harga dalam perencanaan proyek, kondisi harga bahan bangunan belum mengalami kenaikan seperti sekarang," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah bahan bangunan di Kabupaten Toba mengalami kenaikan harga. Salah satunya semen yang dijual toko bangunan (panglong) di Kecamatan Porsea, naik hingga Rp20.000 per zak.
Pemilik panglong Gunung Mas di Kecamatan Porsea, N. Napitupulu, mengatakan harga semen ukuran 50 kilogram yang sebelumnya dijual Rp60.000 hingga Rp65.000 per zak, kini mencapai Rp80.000 hingga Rp85.000 per zak.
"Semula saya menjual kepada konsumen semen 50 kilogram seharga Rp60.000 hingga Rp65.000, namun saat ini menjadi Rp80.000 hingga Rp85.000 per zak," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Selain harga yang meningkat, menurutnya pasokan semen juga mengalami kendala. Pemesanan dari distributor belum tentu tiba dalam waktu sepuluh hari, sementara stok yang tersedia di tokonya terus menipis.
"Saat ini stok semen tinggal sekitar 200 zak. Padahal sedang musim pembangunan proyek pemerintah. Sesama pemilik panglong juga datang mencari stok karena hampir seluruh panglong di Porsea kekurangan semen," katanya.
Ia menilai, jika kondisi harga mahal dan kelangkaan bahan bangunan berlangsung lama, dampaknya akan terasa terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha toko bangunan.
"Barang yang langka membuat harga mahal, sehingga pembeli sepi. Kami tetap harus membayar pajak dan biaya usaha, sementara barang sulit terjual," tuturnya. (*)






















