Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Penerima Manfaat MBG di Siantar Belum Merata, Pemerintah Janjikan Akomodasi Bertahap

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 pukul 10.22 WIB
penerima_manfaat_mbg_di_siantar_belum_merata_pemerintah_janjikan_akomodasi_bertahap

Menu hidangan MBG yang akan disantap siswa SMP Negeri 7 Pematangsiantar. (foto: Dokumentasi Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Belum semua sekolah di Pematangsiantar menikmati Program Makan Bergizi (MBG). Sejumlah satuan pendidikan kini masih menunggu giliran distribusi, meski pemerintah memastikan seluruh penerima manfaat akan terakomodasi secara bertahap.

Di tengah belum meratanya layanan di sekolah, kelompok rentan justru sudah lebih dulu mendapat akses. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Pematangsiantar telah menerima manfaat MBG sebagai bagian dari strategi pemenuhan gizi sejak fase awal kehidupan.

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Kota Pematangsiantar, Dinda Lestari, mengaku pihaknya telah mengantongi data jumlah total penerima manfaat MBG di Pematangsiantar.

"Memang belum seluruh sekolah di Pematangsiantar menerima MBG, tetapi semua sudah masuk dalam perencanaan dan akan terakomodasi secara bertahap. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, saat ini sudah berjalan," ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Data tersebut menjadi dasar perhitungan kebutuhan dapur produksi makanan bergizi di Kota Pematangsiantar. Saat ini terdapat 23 dapur MBG yang telah beroperasi. Selain itu, delapan dapur telah mengantongi surat keputusan (SK), sementara 11 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan dan pembangunan.

"Kami sedang melakukan percepatan. Data penerima manfaat sudah kami miliki, dapur terus bertambah, dan tahun ini kami targetkan seluruh penerima manfaat di Pematangsiantar sudah mendapatkan MBG," katanya.

Jika seluruh dapur tersebut berfungsi penuh, total 42 dapur MBG ditargetkan mampu melayani seluruh siswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Pematangsiantar.

Jumlah dapur pun masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan perkembangan jumlah penerima manfaat. Bahkan, pemerintah kini tengah menggeber percepatan implementasi program.

"MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tapi soal kesiapan sistem. Karena itu pelaksanaannya dilakukan bertahap, dimulai dari kelompok paling rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ucap Dinda.

Tahun ini seluruh penerima manfaat di Pematangsiantar ditargetkan sudah dapat menikmati MBG secara menyeluruh. Tantangannya bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur dapur, rantai pasok, serta standar mutu gizi yang konsisten.

Di balik proses yang masih bertahap, MBG di Pematangsiantar bukan hanya sekadar membagi makanan, melainkan membangun ekosistem layanan gizi yang berkelanjutan dan dimulai dari kelompok paling rentan, lalu diperluas ke ruang-ruang belajar.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN