732 Pencari Kerja Lamar ke 35 Perusahaan pada Job Fair Pematangsiantar 2026

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadis Naker) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir. (Foto: Diskominfo Pematangsiantar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Kurun waktu dua hari, sejak 22 hingga 23 Juli 2026, sebanyak 732 pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari SMA/SMK, Diploma, hingga Sarjana (S1), telah melamar ke 35 perusahaan yang berpartisipasi.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, menyampaikan bahwa Job Fair yang berlangsung di Aula Auditorium Radjamin Purba Universitas Simalungun (USI) telah berakhir. Namun, pencari kerja masih bisa datang ke Kantor Disnaker di Jalan Dahlia, Kota Pematangsiantar.
"Selama dua hari Job Fair di USI, ada 732 pencari kerja yang melamar. Masih ada kemungkinan bertambah, sehubungan ada beberapa pencari kerja yang ingin mendaftar lagi dan kami arahkan agar datang ke kantor Disnaker untuk kami fasilitasi," ujar Robert Samosir, Jumat (24/7/2026).
Robert menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan Job Fair terdapat 461 pencari kerja yang melamar, sedangkan pada hari kedua sebanyak 271 orang. Mayoritas pelamar mengajukan lamaran ke perusahaan dalam negeri.
"Jumlah lamaran sebanyak 732. Semuanya untuk perusahaan dalam negeri. Untuk hari ini, pelamar masih bisa datang melamar kerja. Layanan dibuka dari pagi hingga sore, menyesuaikan jam kerja," ujarnya.
Diketahui, sebanyak 35 perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair tersebut berasal dari berbagai sektor, yakni kesehatan, keuangan, ritel, otomotif, layanan telekomunikasi, logistik, manufaktur baterai, perkebunan, pertanian dan perdagangan hasil bumi, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
PREVIOUS ARTICLE
Fraksi Demokrat DPRD Simalungun Minta Bupati Evaluasi Kadis PUTR, Soroti Proyek SPAM Rp16,9 MiliarBERITA TERPOPULER





Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?

BERITA TERPOPULER





Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?















