Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Job Fair Siantar Catat 461 Lamaran, Minat Kerja ke Jepang Masih Rendah

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 13.27 WIB
job_fair_siantar_catat_461_lamaran_minat_kerja_ke_jepang_masih_rendah

Suasana Job Fair di Auditorium Radjamin Purba Universitas Simalungun (USI), Pematangsiantar, Kamis (23/7/2026). (Foto: Hamzah/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Sebanyak 461 pencari kerja telah mendaftarkan diri ke berbagai perusahaan selama kegiatan Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pematangsiantar di Aula Auditorium Radjamin Purba Universitas Simalungun (USI), Jalan Sisingamangaraja, Kota Pematangsiantar, 22-23 Juli 2026.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadis Naker) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, menyampaikan penyelenggaraan Job Fair digelar untuk menjembatani para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Tujuannya membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, kompetensi yang dimilikinya," ujar Robert Samosir, Rabu (23/7/2026).

Ada 35 perusahaan yang ikut dari sektor kesehatan, keuangan, ritel, otomotif, layanan telekomunikasi, logistik, manufaktur baterai, perkebunan, pertanian dan perdagangan hasil bumi, Lembaga Pelatihan Kerja dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

"Sampai Rabu sore. Jumlah lamaran yang masuk ke 35 perusahaan sebanyak 461 lamaran, jumlah dalam dan luar negeri masih proses pemetaan. Untuk lowongan pekerjaan ada 939 total lowongan pekerjaan yang tersedia," ujarnya.

Di kesempatan lain, saat ditanya apakah banyak yang melamar ke luar negeri, petugas LPK TENYOU Indonesia bermarga Sianturi menyebutkan pelamar yang ingin bekerja ke luar negeri masih minim.

"Untuk hari pertama, ada tujuh pelamar. Hari kedua ini belum ada pelamar. Peminatnya kerja ke luar negeri minim. Mungkin karena kesulitan bahasa," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Dijelaskannya lagi, sebelum penempatan ke luar negeri, para calon tenaga kerja diwajibkan mengikuti pelatihan selama enam bulan. Pelatihan termasuk bahasa Inggris dan Jepang.

"Kalau kayak kami kan, kerja untuk ke Jepang. Jadi, minimal enam bulan calon tenaga kerja dilatih beberapa hal, termasuk bahasa Jepang. Banyak yang dibutuhkan ke Jepang itu tamatan SMA/SMK, kalau S1 sedikit. Di Jepang mereka lebih memilih mental yang kuat," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN