Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

DPRD Simalungun Soroti Proyek Parit Rp200 Juta di Girsang Sipangan Bolon, Minta Diperbaiki

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 19.02 WIB
dprd_simalungun_soroti_proyek_parit_rp200_juta_di_girsang_sipangan_bolon_minta_diperbaiki

Tim VIII DPRD Simalungun saat melakukan kunjungan lapangan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. (Foto: Roland/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID – Tim VIII DPRD Simalungun menyoroti kualitas proyek pembangunan parit pasangan di Jalan Josep Sinaga, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Hasil peninjauan lapangan, Rabu (22/7/2026), menemukan pekerjaan yang dinilai belum rapi sehingga dewan meminta proyek senilai sekitar Rp200 juta tersebut diperbaiki, bahkan membuka kemungkinan dikerjakan ulang.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan pelaksanaan kegiatan APBD 2025 yang sebelumnya digelar bersama camat dan pangulu di Kantor Camat Sidamanik.

Tim VIII DPRD Simalungun dipimpin Aprimo Sibarani bersama Frandi Warisman Sitio, Bernhard Damanik, Eva Rontaline Sinaga, Kristok Damanik, Maraden Sinaga, Perikson Purba, Walpiden Tampubolon, dan Jadiaman Manik.

Saat berada di lokasi, anggota dewan menyoroti hasil pekerjaan pasangan parit yang dinilai kurang maksimal. Susunan batu pasangan terlihat tidak rapi, sementara beberapa bagian pekerjaan lainnya dianggap dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas.

Anggota DPRD Simalungun, Maraden Sinaga, menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut. Menurutnya, proyek tersebut belum layak diterima karena kualitas pengerjaan dinilai tidak memenuhi standar.

"Menurut kami, pengerjaannya asal. Tidak ada kerapian sama sekali. Proyek ini akan kami rekomendasikan untuk diperbaiki atau dikerjakan ulang. Saya kira tidak ada pengawasan dari dinas karena hasilnya amburadul," katanya.

Hal senada disampaikan Kristok Damanik. Ia menilai hasil pekerjaan tersebut menunjukkan kesan bahwa pelaksanaan proyek hanya mengejar penyelesaian tanpa mengutamakan mutu.

Menanggapi kritikan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Olim Purba, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan selama pekerjaan berlangsung. Namun, ia mengakui masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki.

Menurut Olim, terdapat perbedaan pandangan terkait desain pekerjaan, karena anggota DPRD menginginkan saluran dengan model tertutup, sementara pekerjaan yang dilaksanakan merupakan parit pasangan terbuka.

"Kami akui hasil pekerjaan ini memang kurang rapi dan itu akan kami perbaiki," ujar Olim.

Temuan tersebut akan menjadi bahan rekomendasi Tim VIII DPRD Simalungun dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD 2025, khususnya terhadap proyek infrastruktur yang dinilai belum memenuhi standar kualitas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN