Monday, September 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Benarkah Wireless Charging Bikin Baterai HP Lebih Cepat Soak?

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 07.00 WIB
benarkah_wireless_charging_bikin_baterai_hp_lebih_cepat_soak_

Ilustrasi wireless charging. (foto: Andreypopov/Getty Images via Engadget)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Pengisian daya nirkabel atau wireless charging semakin banyak digunakan karena praktis. Pengguna cukup meletakkan smartphone di atas charging pad tanpa perlu menghubungkan kabel.

Di balik kemudahannya, muncul kekhawatiran bahwa wireless charging dapat membuat baterai smartphone lebih cepat soak. Ini bukan tanpa alasan, karena proses pengisian nirkabel dapat menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan pengisian menggunakan kabel.

Pada pengisian menggunakan kabel, energi dari adaptor dialirkan langsung melalui kabel ke smartphone. Sementara wireless charging memanfaatkan induksi elektromagnetik untuk mentransfer energi dari kumparan pada charging pad ke kumparan di dalam smartphone.

Proses tersebut tidak sepenuhnya efisien. Sebagian energi dapat berubah menjadi panas sehingga smartphone maupun charging pad terasa hangat selama digunakan. Panas yang berlebihan dan terjadi berulang kali dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion.

Namun, smartphone yang terasa hangat ketika dicas tidak otomatis berarti baterainya sedang rusak. Peningkatan suhu tertentu merupakan hal normal, terutama saat menggunakan pengisian cepat.

Smartphone modern juga dilengkapi sistem pengelolaan daya yang dapat menyesuaikan arus dan kecepatan pengisian. Jika suhu perangkat terlalu tinggi, sistem dapat memperlambat atau menghentikan pengisian sementara sampai temperatur kembali normal.

Apple, misalnya, menyebut suhu dan pola pengisian sebagai faktor yang memengaruhi usia kimia baterai. Perangkat juga dapat membatasi pengisian ketika kondisi suhu tidak sesuai.

Karena itu, yang lebih perlu diperhatikan bukan sekadar apakah smartphone terasa hangat, melainkan apakah perangkat mengalami panas berlebihan secara berulang.

Posisi dan Charger Ikut Menentukan

Efisiensi wireless charging juga dipengaruhi oleh posisi smartphone. Jika posisi perangkat tidak tepat di atas kumparan pengisi daya, transfer energi dapat menjadi kurang efisien dan menghasilkan lebih banyak panas.

Casing juga dapat berpengaruh. Tidak semua casing dirancang untuk wireless charging. Casing yang terlalu tebal atau tidak kompatibel dapat menghambat proses pengisian dan membuat perangkat lebih panas.

Pengguna sebaiknya menggunakan charger dan adaptor yang sesuai dengan spesifikasi smartphone. Hindari pula mengisi daya di tempat yang panas, terkena sinar matahari langsung, atau memiliki sirkulasi udara buruk.

Fitur perlindungan baterai yang tersedia pada smartphone juga dapat dimanfaatkan. Sejumlah perangkat menyediakan Optimized Battery Charging, batas pengisian, atau fitur serupa untuk mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh.

Wireless atau Kabel?

Dari sisi kecepatan dan efisiensi, pengisian menggunakan kabel umumnya masih memiliki keunggulan. Energi dikirim langsung melalui koneksi fisik sehingga proses transfer daya tidak memerlukan induksi elektromagnetik.

Namun, bukan berarti wireless charging otomatis membuat baterai lebih cepat soak.

Wireless charging tetap dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama ketika pengguna hanya ingin melakukan top-up daya. Sementara pengisian menggunakan kabel dapat dipilih ketika membutuhkan pengisian yang lebih cepat dan efisien.

Panas menjadi salah satu faktor yang lebih penting daripada metode pengisian itu sendiri. Selama menggunakan charger yang sesuai, posisi smartphone tepat, dan suhu perangkat tetap terkendali, wireless charging tidak perlu dihindari hanya karena khawatir baterai lebih cepat soak. (*/Engadget)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN