Tuesday, August 18, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Preview Palermo vs Lecce: Rosanero Diunggulkan di Barbera

Mistar.idSenin, 17 Agustus 2026 pukul 21.42 WIB
preview_palermo_vs_lecce_rosanero_diunggulkan_di_barbera

Ilustrasi, Palermo vs Lecce pada babak 32 besar Coppa Italia 2026/2027 di Stadio Renzo Barbera, Selasa (18/8/2026) pukul 02.15 WIB. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (17/8/2026) — Palermo FC vs US Lecce akan menjadi duel menarik pada babak 32 besar Coppa Italia 2026/2027 di Stadio Renzo Barbera, Selasa (18/8/2026) pukul 02.15 WIB. Pertandingan ini mempertemukan Rosanero, yang musim lalu finis di posisi keempat Serie B, dengan Giallorossi yang masih berstatus klub Serie A.

Palermo memiliki keuntungan tampil di kandang, sementara Lecce membawa pengalaman berlaga di kasta tertinggi Italia. Duel ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim memiliki pendekatan berbeda dalam membangun serangan.

Palermo Andalkan Kekuatan Barbera

Palermo datang dengan modal positif setelah menjalani musim 2025/2026 dengan finis di peringkat keempat Serie B dan mengoleksi 72 poin.

Rosanero juga memiliki catatan kandang impresif. Dari 19 pertandingan home musim lalu, Palermo meraih 46 poin dengan 38 gol dan hanya 12 kali kebobolan.

Kondisi tersebut membuat Stadio Renzo Barbera menjadi salah satu faktor penting yang bisa menguntungkan tim asuhan Filippo Inzaghi.

Palermo diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Joel Pohjanpalo sebagai ujung tombak. Striker Finlandia itu menjadi salah satu pemain paling berbahaya Rosanero berkat kemampuan duel udara, hold-up play, dan penyelesaian akhir di kotak penalti.

Di belakang Pohjanpalo, Hernani berpotensi menjadi kreator utama serangan, sementara Dominic Vavassori dan Dennis Johnsen dapat memberikan ancaman melalui kecepatan dari sisi lapangan.

Lecce Bawa Pengalaman Serie A

Lecce memasuki laga ini dengan status sebagai kontestan Serie A. Namun, Giallorossi menjalani musim 2025/2026 dengan cukup berat dan hanya finis di posisi ke-17.

Produktivitas menjadi salah satu persoalan Lecce. Mereka hanya mencetak 28 gol dalam 38 pertandingan Serie A. Sebaliknya, lini belakang kebobolan 50 gol.

Meski demikian, pengalaman menghadapi lawan-lawan papan atas membuat Lecce tetap memiliki kualitas untuk memberikan masalah kepada Palermo.

Eusebio Di Francesco diperkirakan menggunakan pola 4-3-3. Willem Geubbels berpeluang menjadi ujung tombak, didukung Konan N'Dri dan Santiago Pierotti dari kedua sisi.

Kecepatan N'Dri akan menjadi senjata penting dalam situasi transisi. Jika Palermo terlalu agresif menaikkan garis pertahanan, winger Lecce bisa mengeksploitasi ruang di belakang full-back.

Duel Taktik yang Bisa Menentukan

Pertarungan antara 4-2-3-1 Palermo dan 4-3-3 Lecce akan membuat area tengah menjadi salah satu zona paling krusial.

Palermo kemungkinan berusaha mengontrol tempo melalui dua gelandang pivot sebelum mengalirkan bola kepada Hernani. Pemain asal Brasil tersebut dapat bergerak di antara lini tengah dan pertahanan Lecce untuk mencari celah mengirim umpan vertikal kepada Pohjanpalo.

Sebaliknya, Lecce memiliki potensi unggul secara jumlah pemain di lini tengah. Struktur tiga gelandang memungkinkan Giallorossi melakukan pressing terhadap pivot Palermo sekaligus memutus suplai kepada Hernani.

Kunci lainnya adalah rest defence Palermo. Ketika full-back naik membantu serangan, dua bek tengah dan gelandang bertahan harus tetap menjaga keseimbangan agar tidak mudah dihukum lewat serangan balik.

Pohjanpalo vs Lini Belakang Lecce

Duel Joel Pohjanpalo dengan duet bek tengah Lecce menjadi salah satu pertarungan individual paling menarik.

Pohjanpalo tidak hanya mengandalkan penyelesaian akhir. Kemampuannya memenangkan duel udara dan menahan bola memungkinkan Palermo menaikkan garis permainan serta menciptakan second ball di sekitar kotak penalti.

Jika Lecce gagal membatasi suplai bola ke striker Finlandia tersebut, tekanan terhadap pertahanan Giallorossi bisa berlangsung terus-menerus.

Di kubu lawan, N'Dri menjadi pemain yang dapat mengubah pertandingan dengan akselerasinya. Palermo harus berhati-hati ketika kehilangan bola karena N'Dri memiliki kecepatan untuk menyerang ruang terbuka.

Head to Head Palermo vs Lecce

Secara historis, Lecce sedikit lebih unggul dalam jumlah kemenangan. Dari 49 pertemuan yang tercatat, Lecce meraih 19 kemenangan, Palermo 15 kemenangan, sementara 15 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Namun, rekor dalam pertemuan modern lebih berpihak kepada Palermo. Dalam 13 pertemuan sejak 2004, Rosanero mencatat tujuh kemenangan, sedangkan Lecce hanya tiga kali menang.

Pertemuan kompetitif terakhir kedua tim terjadi pada Serie B 2018/2019. Palermo memenangkan dua duel tersebut dengan skor identik 2-1.

Rekor tersebut tentu bukan jaminan, tetapi cukup menunjukkan bahwa Palermo memiliki pengalaman positif ketika menghadapi Giallorossi.

Fakta Menarik Jelang Laga

Satu faktor unik dalam pertandingan ini adalah keuntungan venue bagi Palermo. Pertandingan yang semula berkaitan dengan kandang Lecce dipindahkan ke Stadio Renzo Barbera karena Via del Mare tidak tersedia.

Situasi tersebut membuat Rosanero justru tampil di depan pendukung sendiri dalam pertandingan knockout yang seharusnya bisa memberikan keuntungan kepada lawan.

Ada pula cerita menarik mengenai Gabriel Strefezza. Pemain anyar Palermo tersebut memiliki masa lalu bersama Lecce. Jika dimainkan, Strefezza akan menghadapi mantan klubnya dalam pertandingan kompetitif pertamanya bersama Rosanero.

Prediksi Lineup Palermo vs Lecce

Palermo kemungkinan menurunkan Joronen; Pierozzi, Bani, Magnani, Augello; Estévez, Ranocchia; Vavassori, Hernani, Johnsen; Pohjanpalo dalam formasi 4-2-3-1.

Sementara Lecce diprediksi bermain dengan Falcone; Veiga, Gaspar, Tiago Gabriel, Gallo; Maleh, Ngom, Coulibaly; N'Dri, Geubbels, Pierotti menggunakan skema 4-3-3.

Komposisi tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi pemain dan keputusan terakhir kedua pelatih.

Momen Penentu

Palermo berpeluang mendapatkan keuntungan jika mampu mencetak gol lebih dahulu. Gol cepat akan memaksa Lecce keluar dari blok pertahanan dan membuka ruang bagi Pohjanpalo serta para pemain sayap.

Sebaliknya, semakin lama Lecce mampu menjaga skor tetap imbang, tekanan terhadap Palermo dapat meningkat. Giallorossi bisa memanfaatkan transisi dan bola mati untuk menciptakan peluang.

Pertandingan juga berpotensi ditentukan oleh pergantian pemain pada babak kedua. Pemain dengan kecepatan dan energi baru dapat menjadi pembeda ketika intensitas pertandingan mulai menurun.

Prediksi Skor Palermo vs Lecce

Secara statistik, Palermo memiliki modal yang lebih meyakinkan dalam hal produktivitas dan pertahanan musim lalu. Ditambah keuntungan bermain di Barbera, Rosanero layak sedikit lebih diunggulkan.

Namun, pengalaman Lecce di Serie A membuat laga ini tidak akan mudah bagi tuan rumah.

Palermo diprediksi mampu menguasai fase awal pertandingan, sementara Lecce berpeluang memberikan perlawanan melalui serangan balik. Efektivitas Pohjanpalo di kotak penalti menjadi faktor yang bisa menentukan hasil akhir.

Prediksi skor: Palermo 2-1 Lecce.

(berbagaisumber/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN