Malut United Berubah Nama Jadi Java United FC, Bermarkas di Semarang

Pemain Malut United merayakan gol yang dicetak David da Silva dalam kemenangan 3-1 atas Dewa United dalam laga pekan pertama BRI Super League 2025/2026 di Stadion Internasional Banten. (foto: bola/mistar)
Kediri, MISTAR.ID – Malut United FC memasuki era baru menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027. Klub tersebut resmi berganti identitas menjadi Java United FC sekaligus memindahkan markasnya dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Perubahan nama dan perpindahan homebase ini menjadi langkah strategis manajemen untuk membangun klub yang lebih profesional, kompetitif, serta memiliki fondasi jangka panjang.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberikan persetujuan atas perubahan tersebut melalui Kongres Biasa yang digelar, Senin (3/8/2026).
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, mengatakan keputusan perubahan identitas klub telah melalui berbagai pertimbangan dengan tujuan memperkuat perkembangan klub di masa depan.
"Perubahan nama dan markas tim telah dipertimbangkan secara matang oleh manajemen demi membangun klub yang semakin profesional dan berkelanjutan," ujar Sofyan dilansir, Selasa (4/8/2026).
Manajemen Java United FC juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Maluku Utara serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan klub sejak berdiri pada 2023.
Menurut Sofyan, Maluku Utara tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub. Perubahan ini bukan berarti meninggalkan akar lama, melainkan bagian dari upaya memperluas visi klub dalam pengembangan sepak bola nasional.
Meski tim utama berpindah ke Semarang, seluruh aset yang telah dibangun di Kota Ternate, termasuk fasilitas latihan, tetap dipertahankan. Area tersebut akan difokuskan sebagai pusat pembinaan pemain muda melalui Akademi Merah Putih.
Akademi tersebut bekerja sama dengan klub Portugal, SL Benfica, untuk menerapkan metode pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu berusia 7 hingga 9 tahun, dengan target peserta mencapai 150 anak.
Seluruh rangkaian kegiatan akademi, mulai dari proses pendaftaran hingga kebutuhan selama pembinaan, tidak dikenakan biaya.
Sementara itu, Java United FC akan mempersiapkan diri sebagai klub profesional yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Stadion Jatidiri Semarang dipilih sebagai markas tim untuk musim 2026/2027.
Sofyan menegaskan kehadiran Java United FC di Jawa Tengah bukan untuk menggantikan atau mengambil alih posisi klub lain, melainkan sebagai bagian dari kontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Terinspirasi dari burung kepodang emas yang menjadi ikon Jawa Tengah, Java United FC menggunakan julukan "Laskar Kepodang Emas". Julukan tersebut menggambarkan identitas lokal, semangat berkembang, serta ambisi klub untuk bersaing di level tertinggi.
"Kami berharap dapat bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Jawa Tengah untuk bersama-sama membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih baik dan berprestasi," kata Sofyan.
























