Friday, June 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Malut United Mau Ganti Nama dan Homebase? Ini Fakta Lengkap Klub Kie Raha, Pemilik, hingga Statusnya di Liga 1

Mistar.idJumat, 19 Juni 2026 16.56
journalist-avatar-top
malut_united_mau_ganti_nama_dan_homebase_ini_fakta_lengkap_klub_kie_raha_pemilik_hingga_statusnya_di_liga_1

Logo Malut United dan Stadion Gelora Kie Raha. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Malut United menjadi salah satu fenomena terbesar dalam sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu sukses mencuri perhatian setelah menembus Liga 1 hanya dalam satu musim sejak berdiri pada 2023.

Namun di tengah performa impresif dan ambisi besar yang sedang dibangun, muncul isu yang menghebohkan publik sepak bola nasional. Malut United dikabarkan mempertimbangkan pergantian nama sekaligus perpindahan homebase dari Maluku Utara.

Benarkah kabar tersebut? Siapa sebenarnya pemilik Malut United? Jika nantinya berganti identitas dan markas, apakah klub ini tetap bisa bermain di Liga 1 atau harus memulai kompetisi dari kasta bawah?

Berikut fakta lengkapnya.

Malut United, Klub Baru yang Tumbuh dengan Cepat

Malut United merupakan klub sepak bola profesional yang berbasis di Ternate, Maluku Utara. Klub ini lahir pada 28 Mei 2023 setelah PT Malut Maju Sejahtera mengakuisisi Putra Delta Sidoarjo yang saat itu berkompetisi di Liga 2.

Karena berasal dari proses akuisisi badan hukum dan lisensi klub yang sudah ada, Malut United tidak memulai perjalanan dari Liga 3 seperti klub baru pada umumnya. Mereka langsung mengambil slot Putra Delta Sidoarjo di Liga 2.

Langkah tersebut terbukti efektif. Hanya dalam satu musim, Malut United berhasil meraih promosi ke Liga 1 dan langsung menjelma menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Indonesia.

Nama "Kie Raha" yang melekat pada klub merujuk pada sejarah empat kesultanan besar di Maluku Utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Julukan itu sekaligus menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara.

Siapa Pemilik Malut United?

Secara legal, Malut United berada di bawah naungan PT Malut Maju Sejahtera (MMS).

Klub ini didukung oleh PT Mineral Trobos Group yang bergerak di sektor pertambangan. Nama David Glen Oei dan Kenneth Jehezkiel dikenal sebagai figur penting di balik lahirnya proyek Malut United.

Sejak awal pendirian, manajemen mengusung visi menghadirkan klub profesional yang mampu mewakili Maluku dan Maluku Utara di level tertinggi sepak bola nasional. Misi tersebut dinilai penting mengingat wilayah Maluku selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung talenta sepak bola Indonesia, namun relatif minim memiliki representasi di kasta elite kompetisi nasional.

Benarkah Malut United Akan Berganti Nama?

Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait perubahan nama Malut United.

Meski demikian, isu tersebut muncul seiring polemik yang melibatkan Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, yang selama ini menjadi kandang utama klub.

Manajemen Malut United sempat secara terbuka menyampaikan kemungkinan mencari homebase baru apabila persoalan stadion tidak menemukan titik terang. Dalam berbagai pemberitaan, Ambon disebut sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai nama baru klub maupun kepastian lokasi markas yang akan digunakan jika relokasi benar-benar terjadi.

Dengan kata lain, isu pergantian nama masih berada pada tahap spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Mengapa Malut United Mempertimbangkan Pindah Homebase?

Pangkal persoalan berada pada polemik pengelolaan Stadion Gelora Kie Raha.

Manajemen Malut United sebelumnya mengklaim telah menggelontorkan investasi besar untuk renovasi stadion berdasarkan nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Ternate. Namun setelah proses renovasi berjalan, muncul persoalan terkait pengelolaan dan pemanfaatan aset stadion.

Situasi tersebut membuat hubungan antara klub dan pihak terkait menjadi sorotan publik.

Bagi klub profesional modern, stadion bukan hanya tempat menggelar pertandingan. Stadion merupakan aset strategis yang berkaitan langsung dengan pemasukan dari penjualan tiket, kerja sama sponsor, aktivitas komersial, hingga pengembangan bisnis jangka panjang.

Karena itu, kepastian status dan pengelolaan stadion menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi sebuah klub.

Jika Ganti Nama dan Homebase, Apakah Harus Mulai dari Liga 3?

Pertanyaan ini menjadi salah satu yang paling banyak muncul di kalangan suporter.

Jawabannya adalah tidak.

Dalam sistem kompetisi sepak bola profesional Indonesia, hak mengikuti kompetisi tidak melekat pada nama klub semata, melainkan pada badan hukum dan lisensi yang dimiliki klub tersebut.

Artinya, apabila pergantian nama dan perpindahan homebase dilakukan melalui mekanisme resmi serta mendapatkan persetujuan dari PSSI dan operator kompetisi, maka status Malut United sebagai peserta Liga 1 tetap dapat berlanjut.

Sepak bola Indonesia memiliki sejumlah contoh serupa. Putra Jombang pernah berubah menjadi Putra Delta Sidoarjo, kemudian bertransformasi lagi menjadi Malut United. Meski identitas klub berubah, hak kompetisinya tetap berlanjut karena badan hukum yang menaungi klub tetap sah dan diakui federasi.

Klub baru biasanya harus memulai dari kasta bawah apabila badan hukum lama dibubarkan, lisensi kompetisi dicabut, atau entitas yang didaftarkan benar-benar merupakan klub baru yang berbeda.

Selama proses perubahan identitas mendapat persetujuan federasi dan operator liga, Malut United tidak otomatis kehilangan slot Liga 1.

Dilema Besar Malut United

Di satu sisi, Malut United sedang menikmati momentum terbaik dalam sejarah klub. Prestasi di lapangan dan pertumbuhan popularitas membuat nama mereka semakin diperhitungkan di sepak bola nasional.

Namun di sisi lain, polemik stadion menghadirkan dilema yang tidak sederhana.

Jika tetap bertahan di Ternate, klub dapat menjaga identitas yang selama ini menjadi fondasi utama berdirinya Malut United sebagai representasi Maluku Utara.

Sebaliknya, jika memilih relokasi demi kepastian operasional dan pengembangan bisnis, klub berpotensi kehilangan sebagian ikatan emosional dengan basis pendukung yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.

Keputusan yang akan diambil nantinya bukan hanya menyangkut lokasi pertandingan, tetapi juga masa depan identitas Malut United sebagai simbol kebanggaan sepak bola Maluku Utara.

Kesimpulan: Malut United merupakan klub yang lahir dari akuisisi Putra Delta Sidoarjo oleh PT Malut Maju Sejahtera dan didukung PT Mineral Trobos Group. Dalam waktu singkat, klub berjuluk Laskar Kie Raha itu berhasil menembus Liga 1 dan menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Indonesia.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai pergantian nama klub. Namun ancaman relokasi homebase memang sempat mencuat akibat polemik Stadion Gelora Kie Raha.

Jika suatu saat Malut United benar-benar berganti nama dan markas, status mereka sebagai peserta Liga 1 tidak otomatis hilang. Selama badan hukum dan lisensi kompetisi tetap sah serta mendapatkan persetujuan PSSI dan PT LIB, klub tetap dapat melanjutkan kiprahnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN