Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 6.125 Orang

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 12.36 WIB
korban_tewas_gempa_kembar_venezuela_tembus_6125_orang

Korban jiwa akibat gempa di Venezuela telah mencapai 6.125 orang. (Foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Caracas, MISTAR.ID – Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu terus bertambah. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyebut angka kematian kini mencapai 6.125 orang.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi pada 24 Juni 2026. Bencana tersebut menyebabkan hampir 200 bangunan runtuh, dengan wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah.

Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut tercatat sebanyak 5.546 orang.

Dilansir dari AFP, Selasa (4/8/2026), hingga kini tim penyelamat bersama keluarga korban masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi reruntuhan. Selain korban meninggal, hampir 17.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Media lokal mengutip pernyataan Gubernur La Guaira, Jose Alejandro Teran, yang menyebut sekitar 1.400 orang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Venezuela belum memberikan angka resmi terkait jumlah korban hilang, sementara sejumlah perkiraan ahli menyebut jumlahnya bisa mencapai 10.000 orang.

Selain menyebabkan korban jiwa, gempa juga menghancurkan sedikitnya 190 bangunan. Sementara itu, lebih dari 16.200 bangunan lainnya dinyatakan tidak layak huni sehingga memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Sekitar 24.000 warga di wilayah La Guaira dan Caracas kini tinggal di tempat penampungan sementara akibat dampak gempa.

Untuk membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal, parlemen Venezuela sebelumnya menyetujui aturan baru yang mempermudah proses penyewaan properti. Kebijakan tersebut sekaligus mencabut aturan pembatasan sewa yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan kebijakan tersebut berpotensi membantu sekitar 400.000 rumah tangga. Menurutnya, aturan baru itu dapat memberikan manfaat bagi penyewa maupun pemilik properti.

Rodriguez juga menyatakan pemerintah menargetkan penyediaan 4.000 rumah bagi korban gempa hingga akhir tahun ini, dengan jumlah tersebut diharapkan meningkat menjadi lebih dari 10.000 rumah pada 2027.

Saat ini, pemerintahan sementara Venezuela berada di bawah perhatian internasional setelah Amerika Serikat menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN