Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Drone Ukraina di Pinggiran Moskow Tewaskan Lima Orang

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 15.09 WIB
serangan_drone_ukraina_di_pinggiran_moskow_tewaskan_lima_orang

Ilustrasi kerusakan bangunan di Moskow, Rusia usai serangan drone Ukraina. (Foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Moskow, MISTAR.ID – Serangan drone yang dilancarkan Ukraina ke kawasan industri di pinggiran Moskow, Rusia, menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan enam lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan kedua negara.

Dilansir dari AFP, Selasa (4/8/2026), Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan sejumlah kebakaran terjadi setelah drone menghantam kawasan industri Novoselki.

"Berdasarkan informasi awal, lima orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka," tulis Vorobyov melalui akun Telegram resminya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina dilaporkan meningkatkan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia, termasuk menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas logistik. Salah satu sasaran yang disebut terdampak adalah gudang milik perusahaan e-commerce Rusia, Wildberries.

Serangan drone lainnya juga dilaporkan mengenai sebuah gudang di kawasan Krasny Bor, Wilayah Leningrad, Rusia barat laut. Gubernur Aleksandr Drozdenko menyatakan satu orang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Pihak Wildberries mengonfirmasi fasilitas logistik mereka di Krasny Bor mengalami kebakaran akibat serangan drone.

Sementara itu, serangan Rusia ke wilayah Ukraina juga terus berlanjut. Di Kota Sumy, Ukraina timur laut, serangan bom udara berpemandu dilaporkan menewaskan dua anak perempuan dan seorang perempuan lanjut usia.

Kepala Administrasi Militer Wilayah Sumy, Oleg Grygorov, mengatakan kedua anak yang menjadi korban berusia lima dan 10 tahun. Jenazah mereka ditemukan di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan.

Di wilayah lain, tepatnya di Kota Mykolaiv, Ukraina selatan, seorang perempuan berusia 89 tahun juga dilaporkan meninggal dunia setelah serangan Rusia, menurut Kepala Administrasi Militer setempat, Georgy Reshetilov.

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022. Hingga kini, kedua pihak terus saling melancarkan serangan menggunakan rudal maupun drone ke berbagai wilayah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN