Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Rusia Musnahkan Gudang Penerbit di Ukraina, Delapan Juta Buku Ludes Terbakar

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 11.29 WIB
serangan_rusia_musnahkan_gudang_penerbit_di_ukraina_delapan_juta_buku_ludes_terbakar

Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Kyiv, MISTAR.ID – Serangan Rusia kembali menghantam fasilitas sipil di Ukraina. Kali ini, sebuah gudang milik penerbit di Kota Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina, dilaporkan terbakar setelah menjadi sasaran serangan drone dan rudal. Akibatnya, sekitar delapan juta buku hangus dilalap api.

Dilansir dari AFP, Senin (3/8/2026), penerbit Ranok menyebut insiden tersebut sebagai kerugian terbesar yang dialami sektor perbukuan Ukraina sejak perang skala penuh pecah.

"Ini merupakan kerusakan paling besar terhadap infrastruktur buku Ukraina sejak dimulainya invasi berskala penuh," demikian pernyataan Ranok.

Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi pada Sabtu (1/8/2026) melaporkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api selama beberapa jam setelah serangan terjadi.

Ranok mengungkapkan lebih dari delapan juta buku musnah dalam kebakaran tersebut, termasuk buku-buku pelajaran yang diperuntukkan bagi anak-anak. "Api masih berkobar. Musuh berupaya menghancurkan pendidikan dan budaya kami," tulis penerbit itu melalui media sosial.

Direktur Ranok, Viktor Kruglov, menyebut serangan tersebut bukan sekadar menghancurkan bangunan, tetapi juga merupakan serangan terhadap dunia pendidikan dan kebudayaan Ukraina.

Peristiwa ini menambah daftar serangan terhadap sektor penerbitan di Ukraina. Pada bulan lalu, gudang penyimpanan buku di dekat Kyiv juga dilaporkan terbakar akibat serangan, menghanguskan sekitar 800.000 eksemplar buku, termasuk karya-karya penulis dunia seperti George Orwell dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Sejak invasi dimulai, Rusia disebut berulang kali menyerang berbagai fasilitas budaya di Ukraina, termasuk museum, galeri seni, studio film, gereja, serta sejumlah situs bersejarah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN