Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kemenhub Perketat Pengawasan Kru Pesawat Usai Kasus Kopilot Malaysia Airlines

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 12.21 WIB
kemenhub_perketat_pengawasan_kru_pesawat_usai_kasus_kopilot_malaysia_airlines

Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub Lukman F Laisa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). (Foto: Widya Islamiati/Kumparan)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat aspek keselamatan penerbangan menyusul kasus kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, 39 tahun, yang diduga menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) secara acak terhadap kru pesawat. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel penerbangan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga standar keselamatan penerbangan.

Menurutnya, keselamatan penerbangan tidak hanya bergantung pada kondisi dan kelayakan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan serta kondisi fisik maupun mental awak pesawat.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen menjaga standar keselamatan penerbangan melalui pengawasan yang konsisten terhadap seluruh aspek operasional, termasuk memastikan setiap personel penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar," kata Lukman, Selasa (4/8/2026), dilansir dari detik.com.

Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap personel penerbangan dari sejumlah maskapai nasional yang melayani rute internasional maupun domestik. Maskapai yang menjadi objek pemeriksaan meliputi TransNusa, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Group, Pelita Air, dan AirAsia.

Pada rute internasional, pemeriksaan dilakukan terhadap 54 personel, terdiri atas awak kokpit dan awak kabin. Sementara pada rute domestik dilakukan pemeriksaan terhadap 80 personel, sehingga total personel yang menjalani pemeriksaan mencapai 134 orang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, personel penerbangan secara umum memenuhi persyaratan dan berada dalam kondisi yang baik. Hasil pemeriksaan diproses sesuai prosedur yang berlaku sebagai bagian dari pengawasan.

"Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan penerbangan. Setiap indikasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap terjaga," ujarnya.

Kegiatan cek ini melibatkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Balai Kesehatan Penerbangan, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I. Pihaknya akan terus melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes narkotika secara berkala maupun secara acak di berbagai bandar udara di Indonesia.

Bea Cukai sendiri telah menyerahkan Mohd Saufi bin Othman ke Bareskrim Polri untuk diproses hukum. Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba. Saufi diduga dalam kondisi memakai narkoba saat penerbangan.

Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine 'cadangan'. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.

Malaysia Airlines Buka Suara

Maskapai Malaysia Airlines buka suara terkait pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Maskapai penerbangan Malaysia itu menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut.

Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7/2026).[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN