Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Misteri Data 13.647 Langkah di Smartwatch Kopilot Pesawat ATR Terungkap

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 22.13
EH
misteri_data_13647_langkah_di_smartwatch_kopilot_pesawat_atr_terungkap

Puing-puing pesawat ATR 42-500 setelah jatuh di Gunung Bulusaraung. (Foto: Basarnas)

news_banner

Maros, MISTAR.ID

Misteri data 13.647 langkah yang terekam di smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, akhirnya terungkap. Data tersebut sempat menimbulkan harapan bahwa Farhan masih bergerak setelah pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Smartwatch milik Farhan ditemukan dari puing-puing pesawat dan diketahui terhubung dengan ponselnya. Perangkat itu mencatat jumlah langkah kaki yang memicu dugaan adanya aktivitas pascakecelakaan.

Informasi awal tersebut disampaikan pihak keluarga. Kakak Farhan, Pitri Keandedes Hasibuan, 30 tahun, mengatakan smartwatch adiknya masih terpantau aktif berdasarkan pengecekan ponsel korban yang telah ditemukan dan diserahkan tim SAR pada Sabtu (17/1/2026).

“Dia kan pakai smartwatch Galaxy. Kalau bisa dilacak, mungkin ada petunjuk untuk menolong dia,” kata Pitri, dikutip dari detikSulsel, Rabu (21/1/2026).

Pitri menyebut data pergerakan itu diketahui dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, yang merupakan pacar Farhan dan berada langsung di lokasi pencarian di Gunung Bulusaraung.

“Dari HP yang terhubung ke smartwatch, kelihatannya masih bergerak. Jadi kami berharap bisa dilacak,” ujarnya.

Namun, Basarnas kemudian meluruskan informasi tersebut. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafi’i memastikan data langkah kaki itu bukan berasal dari waktu setelah kecelakaan.

“Setelah dilakukan penelusuran bersama Polda Sulawesi Selatan, diketahui bahwa rekaman langkah tersebut berasal dari beberapa bulan lalu, saat korban masih berada di Yogyakarta,” kata Syafi’i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan bahwa data tersebut telah diklarifikasi dan tidak berkaitan dengan pergerakan korban di lokasi kecelakaan.

“Data itu sudah di-clear-kan. Pihak keluarga juga sudah memahami penjelasan tersebut,” ujarnya.

Syafi’i mengatakan pihaknya memahami harapan besar keluarga yang sempat muncul akibat informasi tersebut. Karena itu, klarifikasi disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut.

Saat ini, Basarnas masih mengerahkan upaya pencarian maksimal, termasuk penggunaan beberapa pesawat dan helikopter yang telah dimodifikasi untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Mohon doa agar cuaca membaik sehingga proses pencarian bisa berjalan optimal,” tutup Syafi’i. (hm20)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN